PAD Wisata Gunungkidul Berpotensi Tembus Rp52 Miliar Tahun Ini
Pemkab Gunungkidul berencana menaikkan target PAD wisata menjadi Rp52 miliar setelah realisasi pendapatan melampaui target tahunan pada semester pertama 2026.
Ilustrasi dana pinjaman (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tiga desa di Gunungkidul terancam tidak mendapatkan bantuan dana dari anggaran 2014 Pemerintah Provinsi DIY.
Ketiga desa ini, yakni Desa Gading (Playen), Desa Giring (Paliyan) dan Desa Serut (Gedangsari) dinilai tak mampu mempertanggungjawabkan pengelolaan bantuan tahun sebelumnya.
Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sekretaris Daerah Gunungkidul Siswanto mengatakan, ketiga desa tersebut hingga saat ini belum bisa memberikan laporan pertanggunjawaban penggunaan bantuan periode 2013 lalu.
Akibatnya, desa tersebut terancam tidak mendapatkan bantuan keuangan dari provinsi untuk periode 2014.
“Pada prinsipnya, bantuan diberikan secara berkelanjutan. Namun, saat desa tak bisa mempertanggungjawabkan bantuan pada tahun sebelumnya, maka desa tersebut terancam tidak mendapatkan bantuan pada tahun berikutnya,” kata Siswanto, Rabu (17/9/2014).
Dia pun menyayangkan sikap aparat ketiga desa yang lalai memberikan surat pertanggungjawaban itu. Sebab tanpa LPJ, secara tidak lansung ketiga desa mengalami kerugian karena tidak bisa mendapatkan bantuan untuk pembangunan wilayah. Padahal menurut Siswanto, bantuan itu tak hanya untuk pembangunan fisik, namun juga bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.
“Total nilai bantuan untuk tiga desa tersebut sekitar Rp150 juta. Rinciannya, Desa Gading Rp50,1 juta, Desa Giring Rp47,5 juta, dan Serut Rp50,3 juta,” ungkap Siswanto.
Siswanto menambahkan LPJ itu sangat penting, selain untuk perbaikan sistem manajerial di tiap desa, langkah tersebut juga mengurangi potensi aparat desa terjerat kasus korupsi.
“Paling penting LPJ itu diberikan untuk dapat mencairkan bantuan pada tahap berikutnya. Total tiap tahun di Gunungkidul mendapatkan bantuan Rp7,2 miliar,” imbuhnya.
Ke depan, Siswanto berharap perangkat desa bisa mengelola keuangan secara profesional. Demi terwujudnya hal itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan terus melakukan pengawasan.
“Peningkatan SDM tak hanya diberikan ke aparat desa, tapi pegawai kecamatan juga mendapatkan pelatihan soal pengelolaan dana,”jelas Siswanto.
Terpisah, Kepala Sub Bagian Kekayaan dan Keuangan Desa Bagian Pemerintahan Desa Setda Gunungkidul, M Farkhan mengungkapkan ketiga desa masih memiliki kesempatan mendapatkan bantuan tersebut. Syaratnya, pemerintah desa mampu memberikan LPJ 2013.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul berencana menaikkan target PAD wisata menjadi Rp52 miliar setelah realisasi pendapatan melampaui target tahunan pada semester pertama 2026.
Cari mobil Eropa bekas di bawah Rp100 juta? Peugeot 207, Peugeot 308, BMW E46, dan Mercedes-Benz W203 bisa menjadi pilihan dengan konsumsi BBM yang masih cukup
Kutukan VTuber Essie di Piala Dunia 2026: setiap tim yang didukungnya kalah. Brasil, Meksiko, hingga Kolombia jadi korban. Kini Prancis ketakutan.
Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026: rekor sempurna Les Bleus diuji sprint terbanyak Singa Atlas. Laga pembuka sengit di Boston.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemimpin yang berbohong kepada rakyat adalah pemimpin yang berdosa dan mengkhianati negara.
Singapura kembali menjadi negara dengan kualitas hidup terbaik di Asia Tenggara versi US News & World Report 2026. Indonesia berada di peringkat ke-72 dunia.