Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Ribuan peserta mengikuti lomba lari Baron 10K, Sabtu (20/9/2014). Tujuan lomba, selain mencari bibit-bibit pelari andal, kegiatan ini juga sebagai saran promosi pariwisata di Gunungkidul.
Rute lomba sepuluh kilometer ini mengambil start dari Desa Planjan, Paliyan sampai dengan pertigaan masuk ke Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari. Adapun kategori lomba kelompok putra-putri Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan, Umum dan Regional Jawa Tengah-DIY.
Kepala Seksi Pemuda Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Agus Mantara mengatakan, meski jumlah peserta belum sesuai target, namun dia merasa puas dengan penyelenggaraan lomba. Pasalnya, dari sisi jumlah peserta mengalami peningkatan signifikan, jika dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya.
“Kami sebenarnya memasang target 3.000 peserta, namun kenyataannya yang ikut baru 2.600 orang. Meski demikian, kami tetap bangga karena jumlah itu sudah meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan peserta tahun lalu,” kata Dia, saat ditemui di sela-sela penyerahan hadiah di Aula Pantai Baron, Sabtu (20/9/2014).
Agus memaparkan, lari Baron merupakan agenda rutin Disdikpora dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul. Tahun ini, kata dia, merupakan penyelenggaraan yang ketiga kali secara beruntun. Malahan, Agus optimistis even yang digelar tahun depan bisa lebih besar lagi, karena cakupan lomba akan diperluas lagi.
“Saat ini cakupannya masih regional Jateng-DIY, namun ada juga beberapa peserta dari Jawa Timur. Untuk tahun depan, kami menargetkan even ini menjadi kegiatan ini menjadi agenda olahraga nasional,” ungkap dia.
Agus berharap, selain kesuskesan dari sisi penyelenggaraan, lomba lari Baron 10K bisa menelurkan bibit-bibit pelari andal. Untuk itu, saat lomba berlangsung panitia menerjunkan pemandu bakat. Agus menjelaskan, tim itu bertugas untuk melakukan pemantauan dan mencari peserta yang potensial, terutama yang berasal dari kategori usia dini.
“Nantinya, dari hasil scouting akan dikumpulan dan diberikan pelatihan dan pembinaan jangka panjang. Jadi, proses regenerasi atlet tersebut bisa terus dijalankan,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, kerja sama dengan Disdikpora merupakan hubungan saling menguntungkan. Di satu sisi, penyelenggaraannya sebagai ajang regenerasi atlet, namun di sisi lainnya untuk mengenalkan potensi pariwisata di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.
Penelitian University of Ottawa ungkap serangan jantung dapat memicu gangguan otak dan meningkatkan risiko depresi.
Arsenal siap angkat trofi Liga Inggris di laga kontra Crystal Palace malam ini. Mikel Arteta langsung fokus bidik gelar ganda jelang final UCL.
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
iPhone 17 pimpin pasar global Q1 2026, Apple kuasai 3 besar, Samsung dan Xiaomi bertahan di segmen entry level.