Kasus Bayi Dibuang di Semin Terungkap dari Ceceran Darah, Begini Kronologinya
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kegagalan Gunungsewu masuk dalam global geopark network tak membuat pemerintah di tiga kabupaten (Gunungkidul, Pacitan dan Wonogiri) menjadi patah arang.
Rencananya, mereka akan melakukan pertemuan di Pacitan pada Rabu (15/10/2014) untuk melakukan evaluasi terhadap kegagalan tersebut.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Budi Martono mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penundaan karts Gunungsewu masuk dalam situs warisan dunia. Dalam pertemuan itu, akan dibahas langkah ke depan sebelum kawasan tersebut benar-benar diakui UNESCO.
“Bukan gagal, tapi ditunda hingga satu tahun ke depan. Sebelum dilakukan penetapan, akan dilakukan pembenahan dari beberapa persyaratan yang belum bisa dipenuhi,” kata Budi, Rabu (8/10/2014).
Dia menjelaskan, penilaian geosite Gunungsewu sudah mencapai 90%, sesuai dengan standardisasi yang ditetapkan UNESCO. Sedangkan sisanya 10%, masih menjadi catatan dan butuh perbaikan.
“Hingga saat ini, kami belum menerima surat resmi. Tapi, kekurangan tersebut lebih ke masalah administrasi dan sarana pendukung yang lain. Salah satunya, kemampuan berbahasa asing dari pengelola,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Mobil terkena abu vulkanik Anak Krakatau? Simak cara membersihkan bodi, kaca, filter udara, rem, dan mesin agar tidak cepat rusak.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026 melawan Nepal dan Jepang lengkap dengan jam pertandingan dan venue.
Katon Bagaskara mengaku terdampar di Bandara Jenewa setelah gagal check-in Etihad di tengah penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu Anak Krakatau.
Eko Suwanto Sebut DIY Punya Gunung Merapi & Sesar Opak, Desak Pemda DIY Serius Tingkatkan Anggaran Penanggulangan Bencana