Kelok 23 Gunungkidul Dilengkapi Rest Area dan 3 Gardu Pandang
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk menggelar pemilihan kepala desa (pilkades).
Rencananya, anggaran tersebut dibagi dengan sistem proporsional sehingga dana yang diterima di tiap desa akan berbeda.
“Kami sudah membuat rancangan, mudah-mudahan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2015, dana itu dapat dicairkan, dan bisa digunakan untuk pelaksanaan pilkades,” papar Siswanto, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Sekretaris Daerah Gunungkidul, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/10/2014).
Sementara itu, anggota DPRD Gunungkidul Ari Siswanto menampik jika Raperda Inisiatif tentang Pilkades urung diserahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.
Menurut dia, pembahasan raperda saat ini berada di tangan pemerintah, karena tugas DPRD sudah usai. Wakil Ketua Fraksi PKS itu juga sepakat jika pelaksanaan pilkades dilaksanakan sebelum Pilkada Gunungkidul.
“Bola sekarang ada di pemerintah, mau cepat atau mau lama pembahasannya itu tergantung mereka. Hanya, untuk saat ini belum bisa dilakukan penetapan bersama, karena alat kelengkapan Dewan belum selesai dibentuk,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal mewaspadai gelombang hingga 4 meter pada 8-11 September 2026.
BNPB telah memverifikasi 51.591 rumah terdampak gempa M7,7 Flores. Sebanyak 2.382 rumah tercatat rusak berat.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe melaju ke perempat final US Open 2026 setelah menang tiga set atas Bondar/Kalinina.
Sebanyak 3.283 warga Surabaya mengeluhkan desil DTSEN. Pemutakhiran data menjadi kunci agar bantuan pemerintah tepat sasaran.