Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mengaku akan melakukan klarifikasi terkait kasus http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/23/video-mesum-gunungkidul-benarkan-pelaku-siswa-smp-546599" target="_blank">video mesum yang diperankan oleh salah satunya seorang perempuan berseragam SMP.
Namun, secara pribadi mengaku belum mengetahui kebenaran berita itu.
“Saya baru tahu saat membaca dari media online. Namun, meski gambar itu sudah tak bisa diakses lagi, kami akan tetap melakukan klarifikasi,” kata Bahron, Kamis (23/10/2014).
Dia pun mengaku mendukung penuh upaya polisi untuk mengungkap peredaran video mesum berdurasi 5 menit 23 detik itu. “Saya sangat setuju, karena video itu sangat mencoreng dunia pendidikan kita,” ungkapnya.
Sejak pertama kali diunggah di situs youtube.com pada Rabu (22/10/2014) sore, video tersebut hanya beredar sekitar lima jam. Sebab, sejak pukul 22.00 WIB video itu sudah diblokir dan tak bisa diakses lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Harga laptop, HP, dan konsol gim naik karena pasokan chip memori terserap industri AI. Sejumlah perangkat juga turun spesifikasi.
Anggota Komisi III DPR meminta hukuman mati bagi Febrie Adriansyah usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU.
Iran belum akan berunding dengan AS hingga Washington mengubah sikap. Selat Hormuz dan program nuklir menjadi isu utama.
Cari hardisk eksternal murah? Simak rekomendasi Toshiba, Seagate, dan WD lengkap dengan spesifikasi, harga, serta tips memilih.
Defisit APBN Semester I 2026 menyusut menjadi Rp196,5 triliun, namun belanja subsidi dan kompensasi melonjak hingga Rp233 triliun.