Kodim Gunungkidul Siagakan Mobil Tangki untuk Atasi Krisis Air Bersih
Kodim 0730/Gunungkidul menyiagakan mobil tangki air untuk membantu penyaluran air bersih di wilayah terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan 184 tangki air
Suasan Pantai Sadeng sebelum acara sedekah laut dilaksanakan, Jumat (7/11/2014). Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti acara yang digelar tiap tahun itu. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Nelayan Sadeng mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui sedekah laut, Jumat (7/11/2014). Puncak sedekah ditandai dengan melarung gunungan dan kepala kambing ke tengah laut. Acara ini pun disaksikan ribuan orang dari berbagai wilayah.
Ketua Panitia Sedekah Laut Pantai Sadeng Sarpan mengatakan sedekah laut merupakan tradisi masyarakat yang terus dilaksanakan
setiap tahun. Tujuannya sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil panen ikan serta keselamatan para nelayan.
“Dari sedekah ini, kami juga berharap hasil panen yang diperoleh ke depan bisa lebih baik lagi. Biasanya, acara dilaksanakan setiap
Selasa atau Jumat Kliwon pada bulan Sura atau Muharram,” kata Sarpan di sela-sela acara, kemarin.
Berdasar tradisi turun temurun, sedekah laut harus menyertakan gunungan berisi tumpeng, hasil bumi warga dan kepala kambing
sebagai uborampe. Berbeda dengan peringatan sedekah lain, gunungan sedekah laut tidak dibagikan ke warga, melainkan di bawa ke
tengah laut untuk dilarung.
“Ini sebagai wujud syukur. Selain itu, sedekah laut ini juga menjadi media memohon keselamatan bagi para nelayan,” papar dia.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, ribuan warga sangat antusias mengikuti prosesi sedekah laut. Meski acara baru dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, namun warga sudah berkumpul sejak pagi hari.
Malahan, saat gunungan diarak menuju ke tengah laut, banyak warga yang ikut mengiring dengan kapal. Tercatat delapan kapal besar mengangkut ratusan penumpang ke tengah laut. Sementara itu, puluhan kapal jukung juga terlihat mengikuti acara itu.
Saat gunungan dan kepala kambing dilarung, warga yang ikut langsung berebut air laut untuk diisikan ke dalam botol atau jeriken yang dibawa. Warga percaya air tersebut bisa memberikan keselamatan selama setahun ke depan.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi berharap kehidupan warga yang menggantungkan pada hasil laut bisa lebih sejahtera. Namun, yang paling penting persatuan dan kesatuan nelayan tetap dipelihara.
“Acara ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk menunjang potensi pariwisata yang ada,” kata dia.
Immawan berharap potensi perikanan di sekitar Pantai Sadeng bisa dimaksimalkan oleh nelayan. Terlebih lagi, saat ini Pemerintah
DIY sedang gencar-gencarnya memaksimalkan potensi di kawasan Pantai Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kodim 0730/Gunungkidul menyiagakan mobil tangki air untuk membantu penyaluran air bersih di wilayah terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan 184 tangki air
Jembatan Trisik di Kulonprogo resmi dibuka setelah penantian 15 tahun. Bus pariwisata kini bisa melintas, kunjungan wisata meningkat hingga 60 persen.
MPR RI dan UII mengevaluasi implementasi UUD 1945, otonomi daerah, serta pengelolaan SDA untuk memperkuat kebijakan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan ASN harus dijaga dari judi online dan pinjaman online ilegal demi menjaga integritas pemerintahan.
Tingkatkan Layanan Masyarakat, Anggota DPR RI Vita Ervina Desak BPJS Tepat Waktu Bayar Klaim Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.