Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Harianjogja.com GUNUNGKIDUL–Hujan deras yang mengguyur di Dusun Surobayan Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, Senin (10/11/2014) membuat satu rumah rata dengan tanah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugiannya ditaksir mencapai Rp10 juta.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Harianjogja.com sekitar pukul 14.00 WIB, hujan turun sangat deras. Namun, tidak ada seorang pun yang mengira rumah Suratmin bakalan roboh. Pasalnya, dari kondisi bangunan juga terlihat kokoh.
Tak berselang lama setelah hujan turun, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dari rumah Suratmin.
Saat diperiksa, kondisi rumah telah rata dengan tanah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena saat kejadian Suratmin dan keluarganya sedang merantau di Jakarta.
“Saya sempat mengira suara gemuruh berasal dari pecahan ban pengendara yang lewat di samping rumah. Namun, saat saya mencoba melihat ke arah barat, saya melihat rumah Suratmin sudah rata dengan tanah,” kata Kepala Dusun Surobayan Suladi saat ditemui wartawan, Senin (10/11/2014).
Menurut dia, kondisi rumah itu masih dalam kondisi bagus. Meski sering terlihat kosong, namun saat pemiliknya pulang juga sering melakukan perawatan.
“Coba lihat kondisi kayunya masih bagus dan tak ada yang lapuk atau keropos. Mungkin karena hujan yang turun sangat deras membuat rumah jadi roboh,” ungkap dia.
Rencananya hari ini, Suladi mengajak warga sekitar untuk kerja bakti memperbaiki rumah itu. Dia berharap, bantuan warga akan sedikit mengurangi beban yang harus ditanggung Suratmin dan keluarga.
“Kami juga sudah menghubungi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD]. Mereka juga sudah melakukan survei ke lokasi,” katanya lagi.
Salah seorang saksi mata, Susanto,31, mengatakan, pemilik rumah sudah diberitahu terkait kejadian tersebut. Malahan, sesaat mendengar kabar itu, Suratmin memutuskan untuk segera pulang. “Mungkin saat ini sudah dalam perjalanan pulang,” kata Susanto.
Dia menjelaskan, meski merantau, keluarga Suratmin sering pulang ke rumahnya. Biasanya, setiap dua atau tiga bulan ada pihak keluarga Suratmin yang pulang. “Kalau tidak seluruh keluarga, bisa saja hanya Suratmin atau istrinya saja,” papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Erupsi Anak Krakatau berdampak pada pariwisata Jogja. Sekitar 5%-10% wisman menunda dan membatalkan kunjungan ke DIY.
Trump memerintahkan produk Kanada dihapus dari daftar pengadaan federal AS di tengah perang dagang yang kian memanas dengan Ottawa.
Dua kelompok disabilitas Kulonprogo mendapat bantuan InJourney Airports berupa fasilitas, pelatihan, dan pemberdayaan untuk menopang kemandirian.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe terhenti di perempat final US Open 2026 setelah kalah dari Ashlyn Krueger/Robin Montgomery.
Kondisi 5 gunung api status siaga hari ini, 9 September 2026, dari Anak Krakatau, Lewotobi Laki-laki, Merapi, Semeru hingga Sinabung.