Satu Bakal Calon Lurah Absen Tes Tambahan di Gunungkidul
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proses pembentukan alat kelengkapan (alkap) DPRD Gunungkidul akhirnya menemukan titik temu. Sejak anggota Dewan dilantik 11 Agustus lalu, baru dalam sidang paripurna, Rabu (12/11/2014), kesepakatan bisa tercapai .
Dalam rapat kemarin, posisi pimpinan alkap hampir dikuasai Koalisi Merah Putih (KMP). PDI Perjuangan sebagai pemenangan pemilu, hanya mendapatkan dua
kursi pimpinan, yakni Ketua Komisi B dan Ketua Badan Kehormatan.
Pantauan Harianjogja.com, rapat paripurna pembentukan alkap berjalan lancar. Tak ada intrik atau adu argumen
yang berkepanjangan. Pemandangan yang berbeda jauh dengan rapat paripurna yang digelar Senin (3/11/2014) lalu. Saat itu seluruh anggota Dewan dari KMP memilih walk out (WO).
“Saya bersyukur, akhirnya alkap bisa dibentuk,” kata Ketua DPRD Gunungkidul Suharno.
Selanjutnya, tambah Suharno, mereka harus bekerja secara marathon untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda karena ketidakcocokan pendapat.
Molornya pembentukan alkap, kata dia, lebih dikarenakan komunikasi belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Setelah jalinan komunikasi diperbaiki akhirnya semua bisa selesai.
“Usai rapat, saya langsung menginstruksikan anggota Badan Musyawarah untuk menggelar rapat. Kami harus langsung bekerja, sebab 28 November batas waktu
terakhir untuk menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah [APBD] 2015,” tegasnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Demas Kursiswanto mengaku menerima seluruh hasil rapat pembentukan alkap. Meski target yang ingin dicapai tidak bisa dipenuhi, perolehan dua kursi patut disyukuri.
“Karena apabila masing-masing tetap ngotot pada pendirian, rakyat yang akan jadi korban,” tegasnya.
Demas menjelaskan pasca pembentukan alkap, anggota Dewan harus bersatu dan langsung bekerja.
“Paling dekat kami harus menyelesaikan APBD Perubahan 2014 dan APBD 2015,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
DPR menyoroti cost recovery 2027 yang naik menjadi US$10,1 miliar saat lifting migas masih turun dan realisasi di bawah target.
Dugaan keracunan MBG di Turi, Sleman, membuat sekitar 70 siswa mendapat penanganan. Biaya rawat inap akan ditanggung BGN atau SPPG.
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.
KPK kembali memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai saksi untuk penghitungan kerugian negara dalam kasus pengadaan iklan.
Penumpang KA Daop 6 naik 24% dalam sepekan. KAI menambah dua perjalanan dari Solo dan Jogja menuju Jakarta.