9 Persen Warga Gunungkidul Belum Nikmati Air Bersih, Ini Upaya Pemkab
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proses pembentukan alat kelengkapan (alkap) DPRD Gunungkidul akhirnya menemukan titik temu. Sejak anggota Dewan dilantik 11 Agustus lalu, baru dalam sidang paripurna, Rabu (12/11/2014), kesepakatan bisa tercapai .
Dalam rapat kemarin, posisi pimpinan alkap hampir dikuasai Koalisi Merah Putih (KMP). PDI Perjuangan sebagai pemenangan pemilu, hanya mendapatkan dua
kursi pimpinan, yakni Ketua Komisi B dan Ketua Badan Kehormatan.
Pantauan Harianjogja.com, rapat paripurna pembentukan alkap berjalan lancar. Tak ada intrik atau adu argumen
yang berkepanjangan. Pemandangan yang berbeda jauh dengan rapat paripurna yang digelar Senin (3/11/2014) lalu. Saat itu seluruh anggota Dewan dari KMP memilih walk out (WO).
“Saya bersyukur, akhirnya alkap bisa dibentuk,” kata Ketua DPRD Gunungkidul Suharno.
Selanjutnya, tambah Suharno, mereka harus bekerja secara marathon untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda karena ketidakcocokan pendapat.
Molornya pembentukan alkap, kata dia, lebih dikarenakan komunikasi belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Setelah jalinan komunikasi diperbaiki akhirnya semua bisa selesai.
“Usai rapat, saya langsung menginstruksikan anggota Badan Musyawarah untuk menggelar rapat. Kami harus langsung bekerja, sebab 28 November batas waktu
terakhir untuk menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah [APBD] 2015,” tegasnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Demas Kursiswanto mengaku menerima seluruh hasil rapat pembentukan alkap. Meski target yang ingin dicapai tidak bisa dipenuhi, perolehan dua kursi patut disyukuri.
“Karena apabila masing-masing tetap ngotot pada pendirian, rakyat yang akan jadi korban,” tegasnya.
Demas menjelaskan pasca pembentukan alkap, anggota Dewan harus bersatu dan langsung bekerja.
“Paling dekat kami harus menyelesaikan APBD Perubahan 2014 dan APBD 2015,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
Character.ai meluncurkan micro-drama interaktif berbasis AI yang memungkinkan penonton mengobrol langsung dengan karakter dalam cerita.
Kompolnas mengajak masyarakat mengawasi penyidikan kasus dugaan korupsi batu bara PLTU agar penegakan hukum berjalan profesional dan transparan.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bakal melakukan kajian untuk pengembangan sports tourism dengan potensi dimiliki.
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.