9 Persen Warga Gunungkidul Belum Nikmati Air Bersih, Ini Upaya Pemkab
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Perbaikan talud dan geombran yang ambrol di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Wukirsari berjalan lamban.
Sejak diterjang banjir yang berujung pada kerusakan pada tahun lalu, hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan selesai diperbaiki.
Apabila hal tersebut terus dibiarkan bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan bagi warga sekitar, terlebih lagi saat ini memasuki musim penghujan.
Talud yang jebol bisa membuat air dari tumpukan sampah merembes ke parit di sekitar TPAS. Sementara, geomembran yang dijadikan penahan tidak bisa berfungsi maksimal karena ada yang robek.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan Harianjogja.com, Jumat (14/11/2014), selain kerusakan pada talud dan geomembran, kerusakan juga terjadi pada saluran pembuangan air dan gas. Padahal, saluran itu berfungsi sebagai akses air resapan dari tumpukan sampah yang ditahan menggunakan geomembran menuju ke saluran penampungan air limbah.
Namun kenyataannya, salah satu saluran pembuangan yang terbuat dari pipa besar dan drum setinggi sekitar empat meter kondisinya sangat memprihatinkan, karena posisinya hampir roboh.
Petugas TPAS Wukirsari Rusdi mengatakan, tahun lalu, di sekitar lokasi pembuangan sampah itu sempat terjadi banjir. Akibat terjangan air membuat talud dan geomemberan di TPAS rusak.
“Ada tiga titik yang rusak. Sudah ada perbaikan, namun belum menyentuh semua,” kata Rusdi, Jumat (14/11/2014).
Dia menambahkan perbaikan yang dilakukan masih sebatas pembenahan talud yang jebol. Sedangkan untuk pasangan geomembran yang robek belum dilakukan perbaikan. Sebab, selain harganya yang relatif mahal, juga harus mendatangkan dari Surabaya.
“Kalau berfungsi normal, air hasil tumpukan sampah bisa ditahan dan langsung dialirkan ke bak penampungan. Namun, berhubung rusak, maka kubangan air tidak bisa dihindarkan,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
Ilmuwan AI peraih Nobel John Jumper hengkang dari Google DeepMind ke Anthropic. Eksodus talenta AI semakin memanas di antara raksasa teknologi.
JBBA 2026 menilai keberhasilan organisasi dari aspek ekonomi berkelanjutan, bukan hanya laba dan pertumbuhan bisnis semata.
Komedian Temon Templar meninggal dunia pada usia 59 tahun. Abdel Achrian dan Aldi Taher ungkap duka. Simak profil dan perjalanan kariernya di sini.
JBBA 2026 menilai komitmen nyata organisasi dalam menjaga budaya lokal. Pelestarian budaya tak lagi dipandang sekadar kegiatan seremonial.
Cara memiliki dua akun WhatsApp dalam satu HP tanpa aplikasi tambahan. Manfaatkan WhatsApp Web lewat browser dengan mode desktop. Praktis dan aman.