OpenAI dan Anthropic Hadapi Isu AI Otonom, Hugging Face Diretas
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
Petugas PT Pos Indonesia dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Jogja memusnahkan paket kiriman di Kantor Mail Processing Center (MPC) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (19/11/2014). (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Harianjogja.com, SLEMAN - PT Pos Indonesia, Kantor Mail Processing Center (MPC) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memusnahkan ratusan paket kiriman dari luar negeri yang tidak memenuhi syarat impor. Pemusnahan ratusan paket yang dibungkus di dalam 70 karung itu dilakukan di kantor MPC DIY dengan disaksikan pejabat Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) DIY.
Proses pemusnahan dilakukan oleh petugas dengan mengumpulkan paket-paket tersebut. Kemudian dibuka dan barang-barang dimasukkan ke dalam lubang galian di belakang kantor MPC Yogyakarta di Jalan Plemburan 7, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Pejabat MPC dan KPPBC kemudian membakar paket-paket tersebut untuk dimusnahkan. Sejumlah barang yang dimusnahkan antara lain puluhan buku, majalah, ratusan pakaian, obat-obatan yang didominasi obat kuat baik dalam kaleng maupun strip, VCD, sepatu, serta sejumlah barang elektronik, rokok serta makanan kecil dan lainnya.
Kepala Kantor Mail Procesing Center (MPC) PT Pos Indonesia DIY, Toto Mulyanto menjelaskan barang yang
dimusnahkan merupakan barang buntu atau paket yang tidak jelas pengurusannya. Dari 70 karung tersebut
merupakan akumulasi selama dua tahun terakhir. Selain alamat untuk tujuan DIY, paket dari luar negeri itu juga banyak yang ditujukan ke luar DIY seperti Wonosobo, Temanggung dan Purworejo yang merupakan area
jangkauan pengiriman MPC DIY.
Pemusnahan dilakukan karena sudah tidak bisa diurus dan tidak memungkinkan untuk dilelang karena menyusutnya nilai ekonomi barang yang ada di dalam paket. Paket tersebut juga tidak memungkinkan untuk dikembalikan ke negara asal. Selain itu secara teknis barang tersebut membuat gudang MPC penuh mengingat banyaknya paket yang masuk.
"Ini paket selama dua tahun yang sudah buntu, hampir setiap bulan ada. Paket berasal dari negara rata-rata Asia.
Tapi pemusnahan dilakukan harus ada persetujuan dari bea cukai," ungkapnya Rabu (19/11/2014).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPRD DIY menyoroti alih fungsi lahan pertanian 150-200 hektare per tahun dan meminta RPPLH 2026-2056 menjadi dasar pembangunan berkelanjutan.
PDI Perjuangan Sleman menggelar sarasehan Kudatuli untuk memperkuat militansi kader, menjaga soliditas partai, dan menyerap aspirasi senior.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Brussels memperpanjang status waspada kekeringan level kuning akibat cadangan air tanah terus menurun dan cuaca kering yang masih berlanjut.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Agustus 2026 lengkap di SIMMADE, MPP, Simenor Ngabuburit, dan Satpas 1450 beserta biaya perpanjangan SIM.