Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunungkidul diminta bertindak tegas terhadap papan penunjuk objek wisata yang tidak resmi. Papan penunjuk liar sering kali meresahkan dan menyesatkan wisawatan.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengaku sering mendapat aduan akan papan penunjuk lokasi wisata liar.
Keresahan salah satunya disampaikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gua Pindul. Mereka mengeluh karena ada oknum yang tak bertanggung jawab, memanfaatkan objek tersebut untuk keuntungan pribadi.
“Saya sudah inspeksi mendadak, dan meminta Satpol PP untuk menertibkan,” kata Immawan seusai menghadiri sidang paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2014, Kamis (20/11/2014).
Menurut dia, penertiban tersebut sangat penting, terutama untuk menjaga kenyamanan saat wisatawan berkunjung ke objek wisata Gunungkidul.
Immawan mengungkapkan, pengelola Pindul mengeluh banyak penyedia jasa antar ke Gua Pindul yang membuat tanda penunjuk arah semu dan menyesatkan.
“Jalur yang ditawarkan sering melalui jalan yang tidak seharusnya sehingga waktu tempuh semakin lama,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul, Saryanto mengaku mendukung Satpol PP merazia papan petunjuk arah wisata yang tidak resmi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Saryanto mengaku telah berkoordinasi dengan pengelola wisata. Tujuannya agar mereka tidak lagi menggunakan jasa joki sebagai sarana pengantar ke tempat wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.