Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul meminta warga untuk waspada terhadap penyakit leptospirosis di musim hujan. Meski bukan termasuk wilayah endemi, warga diminta berhati-hati, terutama mereka yang tinggal di area pertanian serta wilayah perbatasan.
Berdasarkan data yang ada, tahun lalu penyakit yang disebabkan tikus itu menyerang empat warga, salah seorang penderita meninggal dunia.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro menjelaskan, penyakit leptospirosis ditularkan melalui tikus.
Air kencing tikus yang terpapar virus leptoapirosis dengan mudah bercampur dengan air, baik itu di lingkungan perkampungan atau di area persawahan.
“Penyakit itu bisa menular ke manusia melalui luka terbuka. Untuk itu, kami sarankan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut,” kata Sumitro, Minggu (23/11/2014).
Dia menambahkan, saat musim hujan, air dengan mudah ditemukan, sehingga air kencing tikus akan lebih mudah mengenai manusia. Dampaknya, risiko penyebaran penyakit itu jadi semakin besar.
“Kita tidak tahu air yang mengenai tubuh kondisinya seperti apa? Akan lebih baik kalau berhati-hati dan sering melakukan cuci tangan dan kaki menggunakan sabun,” imbaunya.
Sumitro menambahkan, Gunungkidul memang bukan endemik penyakit leptospirosis. Dari pemetaan yang dilakukan, setidaknya enam kecamatan rawan penyebaran leptospirosis, meliputi Kecamatan Semin, Ngawen, Nglipar, Gedangsari, Panggang dan Ponjong.
“Habitat tikus paling banyak berada di wilayah pertanian. Kita [Gunungkidul] memang sedikit memiliki wilayah pertanian [sentra penghasil beras], tapi di wilayah perbatasan umumnya berbatasan dengan wilayah penghasil beras [Bantul, Klaten dan Sukoharjo], sehingga potensi penyebarannya juga tambah besar,” ungkap dia.
Lebih jauh Sumitro mengatakan, saat musim hujan, bukan hanya penyebaran leptospirosis saja, sebab penyakit lain juga mengintai kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah penyakit demam berdarah. Banyaknya genangan air membuat nyamuk cepat berkembang.
“Untuk mengurangi risiko DBD, warga harus menggalakkan 3M [menguras, mengubur dan menyemprot]. Selain itu, harus terus menjaga kebersihan lingkungan," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
KA Prameks Jogja–Kutoarjo tambah jadwal 27 Mei–1 Juni 2026 saat libur Iduladha. Cek jam keberangkatan lengkap dan informasi perjalanan.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Iduladha 27 Mei 2026 berawan di semua wilayah dengan suhu 22–31°C dan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal lengkap film TV libur Iduladha 2026 di TRANS TV, ANTV, RCTI, SCTV, dan Trans 7 dari horor hingga aksi Hollywood.
FIFA umumkan hadiah Piala Dunia 2026 tembus Rp11,66 triliun, juara mendapat Rp890 miliar dan semua tim dijamin miliaran rupiah.
Studi JATO Dynamics ungkap mobil hybrid butuh jarak jauh untuk balik modal, dipengaruhi harga BBM dan selisih harga beli.