Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Ada tiga persoalan yang dikeluhkan warga kepada para anggota DPRD yang tengah menjalani masa reses.
Tiga masalah itu adalah pembagian Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang dinilai tidak tepat sasaran, pembangunan Anggota Dewan menggelar masa reses 1-6 Desember lalu.
Anggota DPRD Gunungkidul Agus Joko Kriswanto mengatakan, masa reses digunakan untuk menyapa dan menyerap aspirasi warga di tiga kecamatan, meliputi Playen, Wonosari dan Semanu. Intensitas kunjungan antar kecamatan berbeda, sebab disesuaikan dengan waktu kunjungan dan anggaran yang tersedia.
“Saya menggunakan kesempatan untuk bertemu warga di Semanu tiga kali, Wonosari sekali dan Playen dua kali,” kata Agus, Kamis (11/12/2014).
Berbagai masalah diungkapkan warga dalam pertemuan tersebut. Keluhan didominasi masalah seputar pembangunan infrastruktur, penyaluran pupuk bersubsidi dan PSKS yang tidak tetap sasaran.
“Banyak yang dikeluhkan, tapi rata-rata di tiap kecamatan yang saya kunjungi menyebutkan tiga permasalahan itu,” ungkap politisi PDI Perjuangan itu.
Hal senada juga diungkapkan Edi Susilo anggota DPRD Gunungkidul dari Dapil dua, yang meliputi Kecamatan Ngawen, Nglipar, Gedangsari dan Patuk. Menurut dia, kegiatan reses memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mengetahui dinamika dan permasalahan yang dialami masyarakat di dapilnya.
“Harusnya dilakukan dalam enam pertemuan, tapi berhubung antusias warga yang begitu tinggi saya sampai melakukan pertemuan delapan kali,” ungkapnya.
Edi menjelaskan, permasalahan warga dapat dikelompokan dalam empat kategori. Keluhan warga yang disampaikan antara lain tentang kelangkaan pupuk, program rumah tak layak huni, bantuan PSKS serta pembangungan infratruktur yang dirasa masih sangat minim.
“Di setiap pertemuan, empat masalah itu yang sering dibicarakan warga,” katanya.
Politisi PAN itu berjanji, segala keluhan akan ditampung dan disampaikan dalam rapat paripurna pendapat Dewan, 31 Desember nanti.
“Untuk antisipasi kami juga akan memanggil SKPD terkait untuk klarifikasi masalah yang ada,” kata Edi lagi.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Gunungkidul Desiyanti menyatakan seluruh Dewan telah menyelesaikan laporan reses sejak Senin (7/12/2014) lalu. Dampaknya, kegiatan Dewan yang telah disusun bisa kembali dilanjutkan.
“Saya bersyukur semua anggota dapat menyerahkan laporan tepat waktu,” kata Desi.
Untuk pertanggungjawaban kegiatan, Desi menyerahkan sepenuhnya ke Inspektorat Daerah. Sebab, merekalah yang memiliki kewenangan untuk menilai kegiatan yang dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Harga emas Antam turun Rp13.000 jadi Rp2.785.000 per gram hari ini. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru.
Harper Malioboro Yogyakarta donasikan 3 kambing kurban ke dua masjid sekitar. Wujud kepedulian sosial di Iduladha 1447 H.
Pemkot Jogja larang plastik saat Iduladha 2026. Warga diminta pakai besek dan wadah ramah lingkungan untuk kurangi sampah.
Muhammadiyah tegaskan kurban sebagai perekat sosial di Idul Adha 2026. Sebanyak 20 sapi didistribusikan untuk masyarakat membutuhkan.
Program penghapusan denda PBB Sleman hasilkan Rp4,4 miliar, bantu warga dan dongkrak PAD 2026.