Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Demam berdarah Gunungkidul pada pekan ini 'memakan' satu korban jiwa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Penyakit Demam Berdarah mulai mengintai warga di Kecamatan Nglipar. Gigitan nyamuk Aides Agepti telah memakan korban jiwa. Meski sempat dirawat di rumah sakit, nyawa David Ridwan Saputra,9, siswa SD di Desa Katongan, Nglipar tidak bisa diselamatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Rabu (14/1/2015), anak dari pasangan Lasiyo-Suwarti meninggal Selasa (13/1/2015) sekitar pukul 17.00 WIB di RSUP Dr Sardjito. Sebelum meninggal, korban sempat dirawat selama tiga hari.
Awalnya, bocah nahas itu hanya dirawat di Puskesmas 1 Ngilpar. Namun, kondisinya terus memburuk, dan harus dirujuk ke RSUD Wonosari. Hanya, di rumah sakit tersebut kondisinya tak juga membaik. Oleh petugas RSUD, akhirnya Ridwan dirujuk ke RSUP Dr Sardjito.
“Sakitnya sekitar tiga hari, selama kurun waktu itu Ridwan juga telah tiga kali berpindah rumah sakit. Selasa [13/1/2015], warga sebenarnya akan menjenguknya, namun keburu ada kabar Ridwan meninggal,” kata Kepala Dusun Lebak, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar Suprihatini, saat ditemui di rumahnya, Rabu (14/1/2015).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.
Indonesia menjamu Rumania pada Piala Davis Grup II Dunia 2026 di Jakarta, 18-20 September, dengan target bertahan di Grup II.
Yayasan sekolah di Jaksel meminta perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen terkait temuan 995 senjata, amunisi, dan barang lainnya.