Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Longsor Gunungkidul terjadi di Gendangsari dan mengakibatkan satu rumah hancur. Beruntung sebelum kejadian, pemilik rumah sudah merasa akan longsor dan sempat mengungsi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sebuah rumah milik Marsudi,30, warga Dusun Tamansari, Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari rusak parah akibat longsor, Kamis (15/1/2015) sekitar pukul 04.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Penyebab longsor diduga karena hujan yang terus mengguyur sejak Rabu (14/1/2015) sore. Akibatnya, tebing setinggi empat meter ambrol dan menerjang dinding rumah milik Marsudi.
Beruntung, sebelum musibah terjadi, pemilik rumah sudah merasa akan terjadi longsor, dan memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Saat kejadian, kondisi rumah pun sudah dalam keadaan kosong.
“Retakan itu sudah terlihat. Saat hujan terus turun, Marsudi bersama keluarga memutuskan mengungsi ke saudara terdekat. Jadi, dalam musibah itu tidak ada korban jiwa,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Desa Watugajah Hartono, saat dihubungi Harianjogja.com, kemarin.
Menurut dia, material longsor membuat rumah Marsudi rusak parah. Akibat terjangan batu berdiameter 2,5 meter, dinding rumah Marsudi jebol dan tanah bercampur batu masuk ke rumah.
“Usai hujan reda, kami langsung kerja bakti untuk membersihkan matrial longsoran. Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD],” ungkapnya.
Hartono mengakui, meski telah mengerahkan tenaga 89 orang, upaya evakuasi tak berjalan mulus. Warga kesulitan untuk memindahkan batu dan longsoran tanah yang masuk ke rumah.
“Besok [hari ini] kerja bakti masih akan dilanjutkan. Apalagi batu yang masuk ke rumah ada yang seukuran gajah,” ungkap dia.Hartono pun mengapresiasi kesiapsiagaan yang dimiliki Marsudi sekeluarga dalam mengantisipasi terjadinya longsor. Namun, menurut dia,
longsor masih menjadi ancaman serius bagi warga di musim hujan. Sebab, di Dusun Tamansari ada 37 kepala keluarga yang berpotensi terkena terjangan longsor.
“Rumah-rumah mereka berada di tebing-tebing. Kami minta warga untuk terus waspada. Mudah-mudahan longsor bisa dihindari, sehingga kondisi tetap aman dan terkendali,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 520 hektare. Angin kencang membuat api menjalar ke savana dan membakar vegetasi kering.
Seskab Teddy Indra Wijaya menepis anggapan Sekolah Rakyat tak bermutu. Lebih dari 43.000 anak telah mendapat kesempatan belajar.
Indonesia kalah 1-3 dari Filipina pada Leg 2 SEA V Cup Women's 2026 setelah melewati drama panjang pada set keempat.
Kapal tanker ADNOC diserang rudal di Selat Hormuz. UEA menuding Iran dan sejumlah negara Teluk mengecam serangan tersebut.
Istana Kepresidenan menegaskan belum ada rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Menteri Se