Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Longsor Gunungkidul terjadi di Gendangsari dan mengakibatkan satu rumah hancur. Beruntung sebelum kejadian, pemilik rumah sudah merasa akan longsor dan sempat mengungsi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sebuah rumah milik Marsudi,30, warga Dusun Tamansari, Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari rusak parah akibat longsor, Kamis (15/1/2015) sekitar pukul 04.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Penyebab longsor diduga karena hujan yang terus mengguyur sejak Rabu (14/1/2015) sore. Akibatnya, tebing setinggi empat meter ambrol dan menerjang dinding rumah milik Marsudi.
Beruntung, sebelum musibah terjadi, pemilik rumah sudah merasa akan terjadi longsor, dan memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Saat kejadian, kondisi rumah pun sudah dalam keadaan kosong.
“Retakan itu sudah terlihat. Saat hujan terus turun, Marsudi bersama keluarga memutuskan mengungsi ke saudara terdekat. Jadi, dalam musibah itu tidak ada korban jiwa,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Desa Watugajah Hartono, saat dihubungi Harianjogja.com, kemarin.
Menurut dia, material longsor membuat rumah Marsudi rusak parah. Akibat terjangan batu berdiameter 2,5 meter, dinding rumah Marsudi jebol dan tanah bercampur batu masuk ke rumah.
“Usai hujan reda, kami langsung kerja bakti untuk membersihkan matrial longsoran. Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD],” ungkapnya.
Hartono mengakui, meski telah mengerahkan tenaga 89 orang, upaya evakuasi tak berjalan mulus. Warga kesulitan untuk memindahkan batu dan longsoran tanah yang masuk ke rumah.
“Besok [hari ini] kerja bakti masih akan dilanjutkan. Apalagi batu yang masuk ke rumah ada yang seukuran gajah,” ungkap dia.Hartono pun mengapresiasi kesiapsiagaan yang dimiliki Marsudi sekeluarga dalam mengantisipasi terjadinya longsor. Namun, menurut dia,
longsor masih menjadi ancaman serius bagi warga di musim hujan. Sebab, di Dusun Tamansari ada 37 kepala keluarga yang berpotensi terkena terjangan longsor.
“Rumah-rumah mereka berada di tebing-tebing. Kami minta warga untuk terus waspada. Mudah-mudahan longsor bisa dihindari, sehingga kondisi tetap aman dan terkendali,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution yang melarang ASN di Sumut menggunakan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.