Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kondisi SPBU di Pantai Ngrenehan, Saptosari terlihat tak terawat dan mangkrak. Dampak tak beroperasinya SPBU itu membuat nelayan harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mendapatkan BBM. Sabtu (18/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
SPBU Pantai Ngrenehan, Gunungkidul berdiri sejak lima tahun lalu. Namun, lokasi tersebut hanya beroperasi selama satu bulan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Nelayan Pantai Ngrenehan Desa Kanigoro, Saptosari mengeluhkan rusaknya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan tersebut. Selesai dibangun sekitar lima tahun yang lalu, SPBU hanya beroperasi selama satu bulan. Selebihnya dibiarkan mangkrak hingga sekarang.
Dampaknya nelayan harus berjalan puluhan kilometer atau menunggu kiriman dari tengkulak dengan harga lebih tinggi dari biasanya. Salah seorang nelayan Tugiyo mengatakan, keberadaan SPBU sangat fital bagi nelayan. Hal tersebut sangat membantu nelayan untuk mengurangi biaya operasional saat melaut.
“Memang disini ada pom bensin, tapi sudah lama tidak beroperasi. Untuk mendapatkan bensin, kami harus berjalan jauh atau membeli dari para tengkulak,” kata Tugiyo saat ditemui Harianjogja.com, akhir pekan lalu.
Lebih jauh dikatakan Tugiyo, sejak dibangun lima tahun lalu, SPBU hanya beroperasi selama satu bulan. Dia mengaku tidak tahu persis penyebab mangkraknya fasilitas itu. Hanya berdasarkan informasi yang berkembang, tempat penampungan yang disiapkan bocor, sehingga BBM yang disimpan bercampur dengan air, sehingga ditinggalkan oleh pemiliknya.
“Kami sudah coba melaporkan ke dinas terkait. Tapi nyatanya, tidak ada upaya memperbaiki sehingga tempat itu dibiarkan begitu saja,” keluhnya.
Hal senada juga diungkapkan Sugiyanto, nelayan lainnya di Pantai Ngrenehan. Menurut dia, keberadaan SPBU sangat penting bagi nelayan. Selain memermudah mendapatkan BBM, nelayan juga akan mengemat operasional saat melaut.
“Saat ini, kami lebih memilih membeli ke tengkulak dengan harga Rp46.000 untuk lima liter bensin campur. Kami tidak bisa membeli sendiri ke SPBU, karena jaraknya dengan SPBU terdekat mencapai puluhan kilometer,” katanya.
Dia menjelaskan, biasanya membeli BBM dengan sistem paket. Setiap paketnya berisi bensin campur oli mesin dengan harga Rp46.000. Menurut Teguh, untuk menghidupkan mesin kapal, harus menggunakan bensin campuran dengan oli mesin.
“Mesin akan mati kalau hanya menggunakan bensin. Berhubung campuran dengan oli mesin, maka harganya juga lebih mahal,” urainya.
Teguh menambahkan, lima liter BBM itu hanya cukup untuk melaut di seputaran Pantai Ngrenehan. Sedang, untuk jarak yang lebih jauh harus merogoh kocek lebih dalam lagi.
“Kalau melautnya sampai Parangtritis [Bantul] maka dibutuhkan 20 liter bensin campur,” ungkapnya.
Dia pun berharap, di wilayah Pantai Ngrenehan kembali diberikan fasilitas SPBU. Namun, menurut Teguh lokasi yang lama tidak memungkinkan digunakan kembali, karena letaknya terlalu rendah sehingga seringkali air masuk ke dalam bak penampungan BBM.
“Kalau bisa dibangun di tempat baru. Kebutuhan BBM tidak melulu untuk nelayan, sebab juga bisa dimanfaatkan oleh wisatawan yang berkunjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 10 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.