Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kapal ikan milik nelayan asal Vietnam diledakkan dan ditenggelamkan oleh TNI Angkatan Laut di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014). Eksekusi atas tiga kapal asal Vietnam itu dilakukan atas dasar instruksi Presiden Joko Widodo untuk menindak tegas kapal ikan asing yang mencuri di perairan Indonesia. (JIBI/Solopos/Antara/Immanuel Antonius)
Pencurian ikan masih mengancam perairan di Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Wilayah perairan Gunungkidul hingga sekarang masih steril dari praktik pencurian ikan. Meski demikian, Dinas Kelauatan dan Perikanan serta Satuan Polair sepakat bahwa potensi ancaman tersebut bisa terjadi kapan saja.
Kekhawatiran adanya pencurian ikan bukan tanpa alasan. Sebab, selain area tangkapan yang membentang luas, keterbatasan alat pengawasan menjadi kendala tersendiri, sehingga potensi tersebut jadi semakin tinggi. Kepala Satuan Polair Gunungkidul AKP Irianto mengatakan pengawasan di wilayah perairan pantai selatan, polisi dilengkapi dua kapal patroli. Hanya saja, aramada tersebut urung dapat menjangkau seluruh wilayah.
“Yang kita lakukan masih terbatas, dan tak bisa hingga ke tengah. Patroli di laut itu berbeda dengan yang terjadi di darat, karena butuh persiapan yang lebih matang,” kata Irianto, Sabtu (31/1/2015).
Dia menjelaskan sedikitnya ada tiga faktor yang membuat pengawasan masih terbatas. Yakni, standarisasi kapal patroli, kapasitas bahan bakar hingga kebutuhan
perlengkapan teknologi kekinian.
“Kenapa saya bilang patroli di laut berbeda dengan di darat, karena kondisinya cepat sekali berubah. Jadi, sebelum berangkat kita harus benar-benar aman untuk berlayar,” tegas mantan Kapolsek Semanu itu.
Irianto mencontohkan keterbatasan bahan bakar membuat pengawasan jadi tidak leluasa. Dua kapal patroli yang ada, masing-masing memiliki kapasitas BBM 750 liter. Hanya, saat digunakan tidak bisa diisi penuh, sebab harus disisakan ruang untuk udara.
“Pengisian maksimal 600 liter. Dengan bahan bakar terbatas kita juga tidak bisa berlayar jauh, takutnya saat kehabisan akan beli di mana?” ungkapnya.
Selama ini, patroli yang dilakukan berjarak 12 mil dari garis pantai. Iriannto mengakui, daya jangkau tersebut sebenarnya sudah melebihi wewenang pengawasan di kabupaten.
“Kalau dari sisi aturan, batas kami hanya empat mil, tapi demi keamanan kita berani agak ke tengah,” ulas dia.
Irianto menegaskan keterbatasan peralatan bukan berarti tidak melakukan pengawasan secara maksimal. Dalam praktiknya, seringkali melibatkan nelayan untuk memberikan informasi terkait ancaman pencurian ikan.
“Kami bersyukur hingga saat ini belum ada. Tapi, kami akan terus waspada, terutama terhadap kapal asing yang menggunakan bendera Indonesia,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.