JALAN RUSAK : Menunggu Selama 11 Tahun, Tak Juga Diperbaiki

Sunartono
Sunartono Rabu, 04 Februari 2015 07:20 WIB
JALAN RUSAK : Menunggu Selama 11 Tahun, Tak Juga Diperbaiki

Pengendara melewati salahsatu titik ruas jalan kabupaten yang terletak di Dusun Dondongan, Desa Sendangmulyo, Minggir yang rusak pada pekan lalu. (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)

Jalan rusak di Desa Sendangmulyo hingga 11 tahun terakhir belum juga diperbaiki.

Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah titik ruas jalan di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Minggir Sleman selama 11 tahun belum pernah mendapatkan perbaikan. Meski demikian Pemkab Sleman sengaja belum mengabulkan permohonan perbaikan jalan di areal yang kerap menjadi jalur truk bertonase tinggi itu.

Pantauan Harianjogja.com, sejumlah ruas jalan yang rusak di desa yang berbatasan langsung dengan Sungai Progo ini antara lain terlihat di Dusun Dondongan atau kawasan balai desa setempat. Berjarak sekitar satu kilometer dari areal penambangan Dusun Mergan. Selain itu kerusakan juga terjadi di kawasan Dusun Sumber, Mbero dan Kwayuhan.

"Sudah lama sekali tidak diperbaiki, malah dulu pernah juga ditanami pohon pisang di jalanan ini, kebetulan pulang kerja biasa lewat sini," ungkap Irul, 31, warga Moyudan saat melintas di Jalan Dusun Dondongan pekan lalu.

Staff Bagian Pembangunan, Pemerintah Desa Sendang Mulyo, Supriyadi membenarkan sejumlah warga sempat menanam pohon pisang di jalanan. Pasalnya sudah sekitar 11 tahun terakhir sejumlah ruas jalan di Desa Sendangmulyo tidak diberikan anggaran perbaikan. Padahal rencana perbaikan selalu diajukan dalam setiap
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) setiap tahunnya. Bahkan pihak desa nyaris lelah mengajukan perbaikan karena tidak pernah mendapatkan tanggapan dari Pemkab Sleman. Padahal sejumlah ruas jalan yang rusak bukan merupakan jalan desa melainkan resmi masuk jalan kabupaten.

"Sudah 11 tahun tidak diperbaiki, padahal ini masuk jalan kabupaten, jalur ini [Dondongan] bisa jadi jalur ke [Kecamatan] Tempel," ungkapnya.

Sejumlah ruas jalan kabupaten yang masuk kategori rusak parah di desanya terinventarisir hingga 3,6 kilometer. Itu terdiri atas jalan kawasan Monumen Kwahyuan atau Dusun Kwayuhan termasuk Dusun Dondongan sepanjang 1,6 kilometer dan jalan Sumber menuju Mbero sekitar dua kilometer.

"Ditambal saja belum pernah, mengajukan Musrenbang tiap tahun. Semoga saja segera diperbaiki," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online