Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Warga melintas di Jalan Manthous yang ditanami pohon pisang oleh warga. selain sebagai bentuk protes, tanaman itu juga digunakan sebagai rambu- rambu peringatan. Jumat (6/3/2015) (JIBI/Harian Jogja/dok. Warga Jatisari)
Jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki mengakibatkan warga kecewa.
Harianjogja.com, JOGJA– Seringnya terjadi kecelakaan di Jalan Manthous di Dusun Jatisari, Desa Playen, Kecamatan Playen membuat warga mengeluh. Malahan sebagai bentuk kritik terkait kondisi jalan itu, sejak Jumat (6/3/2015) pagi warga menanami lubang-lubang dengan pohon pisang.
Setidakanya ada enam titik yang rusak di ruas jalan sepanjang 4,5 kilometer itu. Di titik-titik tersebut butuh perbaikan, karena sering kali mengakibatkan kecelakaan. Kondisi ini makin parah saat malam hari. Sebab dikarenakan minimnya penerangan membuat area jalan menjadi gelap. Akibatnya para pengendara, khususnya kendaraan roda dua harus lebih berhati-hati.
Menurut penuturan salah seorang warga, Warno mengatakan sudah sering terjadi kecelakaan di wilayah tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan di jalan maestro Campur Sari itu.
“Untuk memberikan rambu-rambu peringatan, kami sejak pagi menanam pohon pisang. Langkah ini juga sebagai kritik kepada pemerintah untuk segera memerbaikinya,” kata Warno kepada wartawan, kemarin.
Dia menjelaskan, sebelum menanam pisang, warga sempat menimbun lubang jalan dengan tumpukan jerami. Namun upaya tersebut belum efektif, sebab masih saja warga yagn hampir terjatuh saat melintas.
“Kami terpaksa menanam pohon pisang, sehingga dari kejauhan warga bisa melihatnya. Saat ini, baru ada dua titik yang kita pasang, namun dalam waktu dekat akan tiga titik yang akan ditanam pohon pisang,” kata dia.
Selain di jalur di Dusun Jatisari, kerusakan yang sama juga terjadi di Dusun Glidak, Desa Logandeng. Di jalur ini beberapa titik juga mengalami kerusakan dengan lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan. Namun demikian belum ada kejelasan untuk melakukan perbaikan di jalur itu.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Gunungkidul Djaka Lelana mengatakan, jalan tersebut merupakan jalur provinsi, sehingga DPU Gunungkidul tidak memiliki kewenangan untuk mengurusi jalan tersebut.
“Kami hanya bertanggungjawab terhadap jalan di kabupaten saja. sedang untuk wilayah provinsi itu menjadi urusan Pemerintah DIY,” tutur Djaka.
Meski demikian, dia berjanji akan melaporkan kerusakan tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUESDM) DIY. Tujuannya agar jalan tersebut segera diperbaiki.
“Akan kita laporkan, dan mudah-mudahan bisa segera diperbaiki,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.