Event GNS 2026 Kembali Digelar di Gunungkidul, Ini Jadwal dan Artisnya
Geopark Night Specta 2026 di Gunungkidul bakal digelar 10-11 Juli. Lavora dipastikan tampil, sementara Ari Lasso masih dalam tahap koordinasi.
Beras diduga plastik yang ditemukan warga Rongkop, Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/Uli Febriarni)
Peredaran beras plastik sedang dilacak asal-usulnya.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melakukan operasi pasar terkait dengan dugaan beras sitentis yang ditemukan warga. Selain itu, juga akan dilakukan penelusuran asal usul beras tersebut.
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan tim dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Energi Sumber Daya Mineral untuk mengecek ke lokasi penemuan. Dia pun berjanji untuk mengusut tuntas masalah ini sehingga tidak lagi menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, sebab bisa menganggu kesehatan.
"Ini tidak bisa dibiarkan dan harus segera diselesaikan," kata Badingah kepada wartawan di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (23/5/2015).
Dia menjelaskan, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, pemkab akan melakukan dua upaya. Pertama, Badingah akan memerintahkan disperidagkop ESDM untuk melakukan operasi pasar. Langkah kedua yang akan dilakukan adalah dengan melakukan penelusuran terhadap asal usul
beras yang diduga palsu itu.
"Kita harus bisa melokalisirnya, sehingga kalau benar itu benar beras palsu maka penyebarannya tidak akan bisa meluas. Pokoknya cari sampai tuntas, dimana dan dari mana asal barang itu," kata Badingah.
Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop ESDM Gunungkidul Supriyadi mengatakan, pihaknya bersama- sama dengan pegawai dari provinsi kembali melakukan pemeriksaan ke lokasi ditemukannya beras yang diduga palsu di wilayah Duwet, Karangwuni, Kecamatan Rongkop. Kedatangan itu, guna mengambil sampel untuk dilakukan uji laborat.
"Tak hanya itu, kami juga sempat bertanya kepada warga, baik penemu maupun penjualnya. Kami bertanya seputar masalah asal usul beras itu," ujar Supriyadi.
Dia menegaskan, pihaknya belum bisa membuktikan apakah beras itu benar-benar palsu atau tidak. Sebab, sampel yang diambil baru akan diserahkan ke BPOM DIY Senin (25/5/2015) besok.
"Kemungkinan dalam beberapa hari hasilnya akan keluar. Jadi kita tunggu saja perkembangannya seperti apa," kata Supriyadi lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 2026 di Gunungkidul bakal digelar 10-11 Juli. Lavora dipastikan tampil, sementara Ari Lasso masih dalam tahap koordinasi.
Iran mengecam serangan AS ke fasilitas radar di Sirik dan Pulau Qeshm. Teheran menilai tindakan itu melanggar gencatan senjata dan mengancam stabilitas kawasan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Minggu 7 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan. Stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton dan dinilai aman untuk menjaga harga beras.
Anggota Polres Tuban berinisial TS meminta maaf atas video viral yang melibatkan dirinya. Korban menerima permintaan maaf dan memilih jalur damai.
Seorang bidan RSUD Besuki ditemukan meninggal di drainase Pantura Situbondo. Polisi menyelidiki dugaan pembunuhan dan melakukan olah TKP.