Tunggakan PBB Gunungkidul Capai Rp26 Miliar, DPRD Soroti Penagihan
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
Beras diduga plastik yang ditemukan warga Rongkop, Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/Uli Febriarni)
Peredaran beras plastik sedang dilacak asal-usulnya.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melakukan operasi pasar terkait dengan dugaan beras sitentis yang ditemukan warga. Selain itu, juga akan dilakukan penelusuran asal usul beras tersebut.
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan tim dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Energi Sumber Daya Mineral untuk mengecek ke lokasi penemuan. Dia pun berjanji untuk mengusut tuntas masalah ini sehingga tidak lagi menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, sebab bisa menganggu kesehatan.
"Ini tidak bisa dibiarkan dan harus segera diselesaikan," kata Badingah kepada wartawan di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (23/5/2015).
Dia menjelaskan, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, pemkab akan melakukan dua upaya. Pertama, Badingah akan memerintahkan disperidagkop ESDM untuk melakukan operasi pasar. Langkah kedua yang akan dilakukan adalah dengan melakukan penelusuran terhadap asal usul
beras yang diduga palsu itu.
"Kita harus bisa melokalisirnya, sehingga kalau benar itu benar beras palsu maka penyebarannya tidak akan bisa meluas. Pokoknya cari sampai tuntas, dimana dan dari mana asal barang itu," kata Badingah.
Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop ESDM Gunungkidul Supriyadi mengatakan, pihaknya bersama- sama dengan pegawai dari provinsi kembali melakukan pemeriksaan ke lokasi ditemukannya beras yang diduga palsu di wilayah Duwet, Karangwuni, Kecamatan Rongkop. Kedatangan itu, guna mengambil sampel untuk dilakukan uji laborat.
"Tak hanya itu, kami juga sempat bertanya kepada warga, baik penemu maupun penjualnya. Kami bertanya seputar masalah asal usul beras itu," ujar Supriyadi.
Dia menegaskan, pihaknya belum bisa membuktikan apakah beras itu benar-benar palsu atau tidak. Sebab, sampel yang diambil baru akan diserahkan ke BPOM DIY Senin (25/5/2015) besok.
"Kemungkinan dalam beberapa hari hasilnya akan keluar. Jadi kita tunggu saja perkembangannya seperti apa," kata Supriyadi lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.