Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Petugas tagana menurunkan kapal yang ditarik dari SAR Satlinmas Gunungkidul. Penarikan dilakukan karena bantuan tersebut tidak sesuai dengan program yang diajukan. Selasa (14/4/2015) (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Kapal bantuan, mesin yang hilang sama sekali belum pernah digunakan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hilangnya mesin kapal bantuan pemerintah ternyata belum pernah digunakan sekalipun. Sebab, kapasitas mesin tersebut dirasa terlalu besar, sementara pemerintah tidak menyediakan alokasi anggaran untuk operasional dan perawatan. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/05/25/kapal-bantuan-mesin-kapal-ternyata-hilang-607818">KAPAL BANTUAN : Mesin Kapal Ternyata Hilang)
Mantan Wakil Koordinator Search and Rescue (SAR) Satlinmas I Gunungkidul Naelan mengakui, jika kapal tersebut belum pernah dipergunakan. Alasannya tidak ada biaya untuk pengoperasian, sehingga mesin tersebut hanya tersimpan di gudang sekitar enam bulan.
“Belum sekali pun digunakan. Jujur waktu itu, kami tidak punya biaya untuk mengoperasikannya,” kata Naelan kepada wartawan, Senin (25/5/2015).
Untuk hilangnya mesin kapal, Naelan mengaku tidak tahu pasti. Namun dari penjelasan koordinator wilayah, almarhum Subowo waktu itu, sedianya mesin tersebut akan ditukar dengan mesin dengan kapasitas yang lebih kecil.
Oleh karenanya motor dengan kekuatan 40 PK dibawa ke Dinas Sosial DIY. Namun pertukaran itu tidak pernah terjadi, sebab meski barang sudah sampai di Jogja, nyatanya tidak pernah ada barang pengganti hingga sekarang.
“Dulu yang mengurusi dua orang, yang di kami diwakili oleh Pak Bowo, selaku korwil. Sedang untuk Dinsos DIY diurusi oleh Pak Prasetyo,” ungkapnya.
Naelan menambahkan, pertukaran ini dilakukan karena pihak SAR merasa tidak sanggup menanggung biaya operasional dari mesin itu. “Harapannya bisa diganti dengan ukuran 15 atau 25 PK, sehingga biayanya masih bisa dijangkau. Sedang dari sisi operasional, kapasitas itu sudah memadai,” tutur dia.
Hal senada juga diungkapkan Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko. Dia mengaku sudah melakukan penelusuran terhadap hilangnya mesin kapal itu.
Hanya saja, penelusuran tersebut mengalami jalan buntu. Pasalnya, informasi yang diperoleh itu tidak bisa dilanjutkan, karena dua orang yang dulu mengurusi sudah meninggal dunia.
“Kami mau menelusuri kemana? Wong koordinator SAR dan orang Dinsos DIY yang bernama Pak Pras sudah meninggal,” ungkap Handoko, kemarin.
Dia mengatakan tidak berani lapor polisi terhadap hilangnya mesin tersebut. Handoko berasalan, takut dikira membuat laporan palsu, karena detail kejadiannya tidak tahu persis.
“Kami sudah berusaha untuk mencarinya. Tapi mau bagaimana lagi? Untuk itu, kami juga sudah membuat pernyataan ke Dinsosnakertrans selaku pihak yang menarik kapal-kapal itu,” kata Handoko lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Persib Bandung hadapi Sabah FC di Bali dengan 14 pemain absen. Igor Tolic istirahatkan 7 pemain Timnas, Danijel Loncar belum siap. Laga pertama Training Camp
Senam bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan DIY dalam memperingati 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY.
Penelitian terbaru ungkap ChatGPT-4 mampu memprediksi kepribadian, pendapatan, hingga pendidikan manusia. Anehnya, pertanyaan berbasis astrologi buatan AI justr
Polda DIY menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa ibadah GMS di Sewon, Bantul setelah memeriksa 32 saksi.
Google Drive penuh padahal file sudah dihapus? Penyebabnya bisa karena file di Trash, e-mail Gmail, atau foto Google Photos yang menumpuk. Simak cara mengatasin