Krisis Air di Rongkop, Warga Kemesu Beli Air Rp120.000 per Tangki
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Ilustrasi narkotika jenis ganja (JIBI/Solopos/Dok.)
Narkoba Gunungkidul berupa ganja ditemukan di Tegalsari, Siraman, Wonosari.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran Satuan Narkoba Polres Gunungkidul mengamankan JK,30, warga Tegalsari, Siraman, Wonosari karena memiliki ganja seberat 2,38 gram. Ia ditangkap di Dusun Tawarsari, Wonosari, Senin (25/5/2015) lalu.
Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan ungkap kasus ini bermula dari laporan dari warga. Awalnya saat ditangkap di Tawarsari, tidak ditemukan barang bukti apapun.
Hanya saja, polisi tidak dengan mudah percaya. Pengeledahan pun dilanjutkan ke rumah tersangka di Tegalsari. Dari dalam kamar miliknya, polisi menemukan 2,38 ganja kering yang terbungkus dalam koran, kemudia disimpan dalam tas wadah kendang.
“Usai mendapatkan barang bukti itu, kami langsung membawa tersangka ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ngadino kepada wartawan, Rabu (27/5/2015).
Dia menjelaskan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, JK sempat diperiksa selama 15 jam. Dia juga sempat menjalani tes urine untuk memastikan ia positif mengonsumsi ganja atau tidak.
“Hasilnya positif, maka dia kami tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Ngadino.
Sementara itu, Kepala Polres Gunungkidul AKBP Hariyanto menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. fokus pengembangan menyasar apakah JK hanya seorang pemakai atau berperan sebagai pengedar.
“Itu yang masih kami telisik. Selain itu, kami juga mencari jalur distribusi dimana ganja itu didapatkan,” ungkap Hariyanto.
Atas perbuatannya itu, tersangka JK dijerat Undang-Undang No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara.
“Tersangka sudah kita amanakan. Dari proses pengembangan lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini,” ujar mantan Kepala Sub Bidang Register dan Identifikasi Polda DIY itu.
Gelar Operasi Patuh
Selain terus mengelar operasi cipta kondisi, jelang puasa dan lebaran Polres Gunungkidul juga menggelar Operasi Patuh mulai 27 Mei hingga 9 Juni mendatang.
“Operasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di seluruh Indonesia,” tutur Hariyanto.
Dia menjelaskan, razia ini digelar dengan tujuan mengurangi risiko kecelakaan di wilayah Gunungkidul. Selain itu, juga menekan tindak pencurian kendaraan bermotor dan pelanggar lalu lintas.
“Khusus untuk pelanggar lalu lintas akan dilakukan sidang di tempat. Setiap tiga hari sekali akan dilakukan evaluasi pelaksanaan dari Operasi Patuh,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.