Jadwal SIM Gunungkidul 20 Agustus 2026: Cek Lokasi dan Biayanya
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 tersedia di Ponjong dan Rongkop. Simak lokasi, syarat, jadwal, dan biaya perpanjangan SIM.
Bandara Kulonprogo atau bandara pengganti diperlukan lantaran jumlah penerbangan di Jogja semakin tinggi.
Harianjogja.com, SLEMAN - Lanud Adisutjipto menilai sudah waktunya di Jogja ada bandara baru, mengingat padatnya lalulintas udara bagi pesawat yang akan mendarat di bumi Maguwo itu. Latihan TNI AU pun tak bisa dipisahkan dari Lanud yang berdiri di urutan kedua setelah Kalijati, Jawa Barat ini.
Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus mengatakan, terkait rencana pembangunan bandara baru sepenuhnya menjadi kewenangan Pemda DIY. Tetapi dia tidak menampik adanya kepadatan yang terjadi di Adisutjipto. Saat dimintai komentar terkait dicabutnya IPL pembangunan Bandara Kulonprogo, mantan penerbang tempur Hawk MK-53 ini pun memberikan sinyal, bahwa semestinya pencabutan itu tak perlu terjadi.
"Karena kita melihat intensitas penerbangan di Jogja terutama Adi kan sudah padat jadi kalau ada rencana pembangunan bandara baru memang sudah waktunya," ucap lulusan AAU 1988 ini kepada Harianjogja.com, Rabu (24/6/2015) malam.
Imran menambahkan intensitas penumbang melalui jalur udara tujuan Jogja dimungkinkan akan terus bertambah. Sehingga kepadatan memang tak bisa dielakkan mengingat Adisutjipto juga sebagai home base latihan Sekbang TNI AU. Sementara melihat kondisi Lanud tidak memungkinkan untuk dilakukan pengembangan fisik.
"Kami melihat memang sudah padat, kalau itu ada rencana dibangun [baru] akan lebih baik.
Kalau dikembangkan [Adisutjipto] seperti apa, ya memang kawasan segitu aja kan," tegasnya.
Danlanud juga mengingatkan, kepadatan yang terjadi bukan karena kesalahan TNI AU yang memanfaatkannya sebagai latihan.
"Jangan sampai diputarbalikkan, nanti dikira TNI AU yang menganggu. Lanud Adi itu milik TNI AU. Ibaratnya, masak ibu kos mau diusir sama anak kos," ucapnya.
Kepala Dinas Operasi Lanud Adisutjipto Letkol Pnb Bonang Bayu Aji Gautama menambahkan, dari sejarah, Lanud Adi sejak berdiri digunakan sebagai latihan Sekbang. Pihak Lanud telah mengakomodasi kepentingan nasional melalui kerjasama kebandaraan kemudian bisa digunakan untuk pesawat komersial.
"Tapi Lanud Adisutjipto sebagai pemegang otoritas tertinggi tetap utamakan penerbangan militer," ungkapnya.
Dalam sehari, lanjutnya, Lanud memakai sekitar 80 penerbangan. Total 160 kali take off landing. Penerbangan itu untuk melayani bina terbang Sekbang 48 siswa, Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) 14 siswa dan Sekolah Navigator (Seknav) sembilan siswa.
Pembagian penerbangan telah dilakukan secara merata antara militer dan komersial. Ia mencontohkan, tiap satu jam, ada 20 penerbangan, telah dibagi militer dan sipil masing-masing 10 penerbangan. Dalam sehari total bisa mencapai 360 take off landing dengan pembagian merata pula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 tersedia di Ponjong dan Rongkop. Simak lokasi, syarat, jadwal, dan biaya perpanjangan SIM.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
DPRD Sleman menyoroti pencairan dana JPS yang dinilai perlu dipercepat. Dinsos Sleman mulai menyederhanakan tahapan permohonan bantuan
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.