WISATA GUNUNGKIDUL : Waspadai Jalur Alternatif yang Menyesatkan

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 26 Juni 2015 22:20 WIB
WISATA GUNUNGKIDUL : Waspadai Jalur Alternatif yang Menyesatkan

Wisata Gunungkidul diminta waspada dengan jalur alternatif yang menyesatkan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, DIY mengantisipasi jalur alternatif menuju pantai yang biasa bermunculan saat libur lebaran. Fenomena ini dikhawatirkan mengganggu wisatawan karena kerapkali membuat wisatawan tersesat.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, pihaknya akan akan mengantisipasi munculnya jalur alternatif yang pada tahun lalu dikeluhkan wisatawan akibat adanya penarikan uang saat melewati jalur tersebut.

Tak hanya itu, tidak jarang jalur alternatif bukan menjadi solusi bagi wisatawan agar lebih cepat tiba ke lokasi wisata, melainkan menyebabkan mereka tersesat dan mengambil waktu tempuh lebih lama menuju lokasi wisata.

Sebagai langkah awal, pihaknya mengadakan rapat koordinasi bersama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi, Kecamatan, serta melibatkan Pemerintah Desa Mulo, Kemiri, Planjan, dan Sidorejo.

Sejumlah desa tersebut adalah wilayah yang sering dilewati oleh wisatawan. Pihak-pihak tersebut dianggap tepat diajak bicara untuk mengantisipasi jalur tidak resmi yang menyesatkan wisatawan.

"Rapat koordinasi juga akan melibatkan pelaku kegiatan wisata, selain itu akan memasang rambu di jalur wisata, agar masyarakat yang belum pernah berkunjung tidak tersesat. Semua dipikirkan bagaimana membuat wisatawan nyaman," tuturnya, Kamis (25/6/2015).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online