PILKADA GUNUNGKIDUL : Partai Pecah Jadi 3 Koalisi, Bagaimana Kinerja DPRD?

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 06 Agustus 2015 17:20 WIB
PILKADA GUNUNGKIDUL : Partai Pecah Jadi 3 Koalisi, Bagaimana Kinerja DPRD?

Pilkada Gunungkidul diikuti 4 pasangan kontestan, tiga pasanan di antaranya dari partai

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Adanya tiga kubu pendukung calon kepala daerah di tubuh dewan ditakutkan menganggu kinerja mereka sebagai wakil rakyat.

Namun demikian, kalangan DPRD Gunungkidul optimitis gelaran pemilihan kepala daerah tidak akan berpengaruh terhadap kinerja sebagai wakil rakyat.

Seperti diketahui, pilkada membuat suara di dewan terpecah menjadi tiga kubu. Kubu pertama terdiri dari anggota PDI Perjuangan yang terdiri dari 11 anggota mendukung pasangan Djangkung Edah Subekti Kuntariningsih.

Kubu selanjutnya pendukung Badingan-Immawan Wahyudi berjumlah 16 orang, yang terdiri dari gabungan PAN-Golkar, Nasdem dan Hanura. Sementara itu, di gerbong terakhir ada 18 dewan yang menyatakan dukungan kepada Subardi TS-Wahyu Purwanto.

“Saya yakin tidak ada masalah, karena hubungan kami akan tetap baik meski memiliki pilihan yang berbeda,” kata Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno saat dihubungi Harian Jogja, Rabu (5/8/2015).

Dia menegaskan, perbedaan tersebut tidak akan sampai mempengaruhi terhadap kinerja dewan. Para anggota sudah memiliki sikap politik yang dewasa, sehingga bisa memisahkan antara kepentingan pribadi, kelompok ataupun kepentingan masyarakat.

“Tidak ada masalah dan kami akan tetap bekerja seperti biasa sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” kata Politisi PDI Perjuangan itu.

Hal senada juga diungkapkan, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Marsiyono. Sebagai buktinya, meski memiliki padangan yang berbeda dalam pilkada, ia tetap berkomunikasi baik dengan seluruh anggota dewan.

“Tidak hanya saya, anggota yang lain juga memiliki pandangan sama. Di luar mungkin akan fokus dalam pemenangan calon yang didukung, tapi saat bertugas sebagai dewan, kami sepakat meninggalkan baju itu dan fokus dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” tutur Marsiyono.

Dia menambahkan, pengalaman dalam penetapan alat kelengkapan dewan di tahun lalu menjadi bukti yang nyata. Meski saat itu, terbagi dalam dua kubu antara KIH-KMP, nyatanya hubungan antar dewan tetap harmonis dan tidak ada ketenganan sama sekali.

“Setelah semua terbentuk, tugas kami sebagai dewan juga berjalan baik. Saya rasa, semua anggota dewan paham dan sudah memiliki kedewasaan yang bagus,” ujar Politis Golkar ini.

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto pun mengakui meski memiliki arah yang berbeda dalam pilkada, namun semua itu tidak akan menganggu dalam hubungan maupun kinerja sebagai wakil rakyat.

“Kami tetap fokus dalam pekerjaan kami, malahan besok Senin [10/8] akan ada rapat Badan Musyarawah untuk membahas KUA-PPAS APBD 2016,” tutur Purwanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online