KEKERINGAN DI GUNUNGKIDUL : Anggaran Bantuan Air Bersih Ditambah Rp125 Juta

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 13 September 2015 04:20 WIB
KEKERINGAN DI GUNUNGKIDUL : Anggaran Bantuan Air Bersih Ditambah Rp125 Juta

Warga mengantre jatah air di Dusun Legaran Gunung, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/7/2015). Selama mengalami kekeringan dua bulan terakhir musim kemarau 2015 ini, warga mendapat jatah air dua jeriken setiap dua hari dari sumur yang dikelola pemerintahan dusun setempat. Dengan demikian, warga Pringapus yang kekeringan pada musim kemarau ini hanya bisa memanfaatkan satu jeriken air setiap harinya. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Kekeringan di Gunungkidul meyebabkan Pemerintah menambah anggaran bantuan untuk penyaluran air bersih sebesar Rp125 juta

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kekeringan yang melanda hampir di seluruh wilayah membuat Dinsosnakertrans mengajukan tambahan dana untuk penyaluran air bersih. Tambahan anggaran ini rencananya dimasukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2015.

Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Gunungkidul Ch Suyatmiyatun mengatakan, awalnya dinas hanya mengajukan tambahan anggaran Rp100 juta. Namun hasil koordinasi dengan anggota dewan beberapa waktu lalu anggaranya yang disepakati naik menjadi Rp225 juta.

“Dana tambahan ini untuk mengantisipasi kekeringan hingga November. Untuk pencairannya situasional dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” kata Atun, kemarin.

Dia menambahkan, dari anggaran yang disediakan di APBD murni 2015 sebesar Rp590 juta untuk dropping, sudah digunakan sekitar Rp300 jutaan. Untuk penyebaran bantuan juga sudah merata di seluruh kecamatan di Gunungkidul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online