Pilur Gunungkidul 2026, Kampanye Calon Lurah Digelar Mulai 20 September
Kampanye calon lurah di Gunungkidul dijadwalkan berlangsung 20-22 September 2026. Pilur akan digelar pada 26 September 2026.
Sampah di tempat wisata Gunungkidul mencapai tujuh meter kubik per hari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Antusias wisawatan yang berkunjung ke kawasan pantai di Gunungkidul berdampak terhadap sampah yang dihasilkan. Setiap harinya volume sampah yang dihasilkan mencapai tujuh meter kubik, dan akan meningkat saat memasuki hari libur.
Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut akan menganggu kenyamanan pegunjung. Oleh karenanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul berencana membangun tempat pembuangan sampah di kawasan pantai.
“Masih dalam kajian, mudah-mudahan bisa direalisasikan di tahun depan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunungkidul Hary Sukmono, baru-baru ini.
Dia menjelaskan, sampah yang dihasilkan dari kawasan pantai mencapai tujuh meter kubik per hari. Jumlah ini akan meningkat saat memasuki hari libur. Rata-rata sampah yang dihasilkan berupa batok kelapa, plastik hingga sisa-sisa pengolahan ikan.
Hary menjelaskan, berhubung tidak adanya tempat penglolaan sampah yang memadai, sampah-sampah yang dihasilkan kemudian diangkut untuk diproses di Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Wukirsari, Baleharo.
“Berhubung lokasi TPAS jauh dari kawasan pantai maka pengambilan sampah dilakukan setiap dua hari sekali dengan menggunakan tiga unit armada pengangkut sampah,” ujar Hary.
Menurut dia, kondisi ini sangat tidak efektif. Terlebih lagi saat musim liburan tiba sampah yang dihasilkan meningkat tajam. Ditakutkan kondisi ini akan mengganggu kenyamanan pengunjung. “Untuk itulah kami mengajukan pendirian TPAS di sekitar pantai,” ungkapnya.
Mengenani lokasi pendirian, Hary belum bisa menentukan secara pasti. Saat ini disbudpar masih melakukan kajian dan belum menentukan titik pasti TPAS.
“Selain usulan tempat pengelolaan sampah, kami juga akan mengajukan tambahan pembelian truk amrol, dan 3 buah kontainer pengangkut sampah. Dengan tambahan alat ini diharapkan sebelum jam 08.00 WIB seluruh sampah sudah bisa diangkut,” tuturnya.
Permasalahan sampah juga dirasakan Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Pulangsawal (pengunjung seringkali menyebut dengan nama Indrayanti), Tepus Hendro Pratopo. Menurut dia, masalah sampah harus bisa diselesaikan karena bisa menganggu kenyamanan wisatawan. “Jujur selama ini, kami mengelola sampah secara mandiri,” kata Topo kepada Harian Jogja, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, pengelolaan sampah secara mandiri mengharuskan pelaku usaha untuk iuaran kebersihan. Setiap minggunya, mereka ditarik iuran Rp8.000-13.000. Namun saat hari libur, pengunjung akan ditarik tambahan dengan jumlah nominal yang sama.
“Kalau hari biasa penarikan dilakukan setiap minggu. Tapi saat musim liburan penarikan dilakukan setiap hari,” ungkapnya.
Dia menambahkan, selain iuran kebersihan, pengelola bersama dengan pedagang mengagendakan gerakan kebersihan yang dilakukan setiap minggu sekali. Gerakan bersih-bersih ini dilakukan setiap hari Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kampanye calon lurah di Gunungkidul dijadwalkan berlangsung 20-22 September 2026. Pilur akan digelar pada 26 September 2026.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.