AS Roma Pesta 4-0 atas Fiorentina, Malen Cetak Hattrick
Donyell Malen mencetak hattrick saat AS Roma membantai Fiorentina 4-0. Roma pun langsung memuncaki klasemen Liga Italia.
Ilustrasi tes urine untuk mencegah peredaran narkoba (JIBI/Solopos/Antara/Ampelsa)
Razia Sleman mengungkap empat orang yang positif menggunakan narkoba.
Harianjogja.com, SLEMAN - Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) DIY menciduk empat orang yang terbukti positif tes urine dalam razia yang digelar di sejumlah indekos dan karaoke di Sleman pada Senin (14/9/2015). Empat orang yang terjaring positif mengonsumsi narkoba mulai dari mahasiswa di indekos dan pengunjung karaoke.
Kasi Intel Bidang Pemberantasan BNNP DIY Kompol Siti Alfiah menjelaskan, razia dilakukan pada salah satu karaoke di kawasan ringroad utara, Pogungrejo, Mlati, Sleman pada Minggu (13/9/2015) malam. Para pengunjung diminta untuk tes urine. Di tempat itu pihaknya menemukan tiga orang yang hasil tes urine dinyatakan positif usai mengonsumsi benzodiasepin yang merupakan obat penenang. Mereka adalah seorang sopir berinisial MR, 39, serta AF, 39, pekerja swasta, dan seorang ibu rumah tangga berinisial AT, 24.
“Semua pengunjung karaoke di lokasi itu dirazia untuk mengikuti tes urine dan kami dapat empat orang positif benzo,” terangnya, Senin (14/9/2015).
Razia kemudian digelar lagi pada Senin (14/9/2015) pagi pada sejumlah indekos di kawasan Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Beberapa indekos yang disasar dengan jenis yang ditempati oleh keluarga serta mahasiswa. Karena indekos dinilai sebagai tempat yang rawan dengan edar gelap narkoba. Hasilnya dari puluhan yang dites urine ada satu mahasiswa berinisial FS berumur 18 tahun yang juga positif mengonsumsi obat penenang.
Keempatnya hingga Senin (14/9/2015) kemarin masih menjalani pemeriksaan di BNNP DIY. Proses pendampingan akan dilakukan, jika diketahui sebagai pecandu maka akan diupayakan untuk direhabilitasi. “Dilakukan assessment untuk mengetahui seberapa besar pengaruh mereka terhadap barang yang dikonsumsi. Arahnya nanti ke rehabilitasi,” tegasnya.
Ia menambahkan razia di beberapa asrama mahasiswa dari luar DIY yang berlokasi di Sleman dan Kota Jogja juga telah dilakukan pada pekan lalu. Sejumlah mahasiswa yang dinyatakan positif akan terus diberikan pendampingan agar mereka terhindar dari narkoba.
BNNP DIY, lanjutnya, menargetkan bisa merehabilitasi 1.369 pecandu narkoba di seluruh DIY selama 2015. Bahkan membuat terobosan melalui bonus Rp100.000 untuk satu pecandu narkotika. Program itu dilakukan untuk memperbanyak jumlah pecandu yang bersedia direhabilitasi.
Dalam melakukan rehabilitasi pihaknya melibatkan sekitar 18 lembaga seperti rumah sakit, yayasan, pondok pesantren hingga Sekolah Polisi Negara (SPN) yang berada di Selopamioro, Bantul. Dalam proses rehabilitasi upaya pertama yang ditempuh yaitu melakukan penjaringan. Selain dari hasil mengungkap berikut penangkapan, pihaknya juga menerima dari Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Donyell Malen mencetak hattrick saat AS Roma membantai Fiorentina 4-0. Roma pun langsung memuncaki klasemen Liga Italia.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Bareskrim Polri membongkar sindikat penyelundupan emas ilegal ke Hong Kong dengan modus body strapping dan menangkap seorang tersangka.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar BATIC 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali
Polisi mengungkap motif penganiayaan Triyanto hingga tewas di Pajangan, Bantul. Tiga terduga pelaku telah diamankan.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY mencapai 100%, tetapi BPS masih menyisir usaha dan penduduk yang belum tercatat hingga 31 Agustus.