Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Penggelapan Jogja dilakukan oleh seorang teman.
Harianjogja.com, JOGJA-Rehan Haris alias Hari Sulistyo, 34, warga Kampung Buaran, Harapan Mulya, Bekasi, Jawa Barat, ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polresta Jogja, Senin (14/9/2015) malam. Gara-garanya, ia disangka menggadaikan empat keris pusaka milik temannya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Jogja, Komisaris Polisi Heru Muslimin mengatakan penangkapan Haris atas laporan korban Ari Kumara Adi, warga Serangan, Ngampilan pada, pekan lalu.
Kejadian itu bermula pada 4 Juli 2015 lalu tersangka menemui korban dan mengaku ada orang yang akan membeli keris warisan yang dimiliki korban. Korban tertarik dan menitipkan empat keris kepada tersangka untuk dijual.
Namun, setelah korban menunggu berbulan-bulan, tersangka tidak pernah memberi kabar kepada korban, bahkan nomor telepon milik tersangka sudah tidak aktif.
"Korban melapor ke kami, lalu kami tindaklanjuti menangkap tersangka di rumahnya," kata Heru, Selasa (15/9/2015)
Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita satu keris yang masih tersimpan di rumah tersangka. Sementara tiga keris lainnya digadaikan kepada orang lain. "Alasannya dipinjamkan sebagai jaminan hutang tersangka kepada orang yang memberi hutang," ujar Heru.
Polisi masih mencari barang bukti yang digadaikan tersangka tersebut. Sementara tersangka dijerat dengan Pasal 372 juncto 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Bareskrim Polri membongkar sindikat penyelundupan emas ilegal ke Hong Kong dengan modus body strapping dan menangkap seorang tersangka.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar BATIC 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali
Polisi mengungkap motif penganiayaan Triyanto hingga tewas di Pajangan, Bantul. Tiga terduga pelaku telah diamankan.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY mencapai 100%, tetapi BPS masih menyisir usaha dan penduduk yang belum tercatat hingga 31 Agustus.
Polda DIY belum menerima surat pemberitahuan aksi 27 Agustus 2026 yang beredar di medsos, tetapi personel tetap disiagakan.