PILKADA BANTUL : Idul Adha Rentan Jadi Kampanye Terselubung

Arief Junianto
Arief Junianto Kamis, 17 September 2015 01:20 WIB
PILKADA BANTUL : Idul Adha Rentan Jadi Kampanye Terselubung

Suasana Pasar Hewan Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (3/9/2015). Jelang Iduladha, penjualan sapi masih sepi. (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)

Pilkada Bantul pada Idul Adha kali ini dikhawatirkan adanya kampanye terselubung.

Harianjogja.com, BANTUL-Momentum Idul Adha yang jatuh pada 23-24 September mendatang rentan dimanfaatkan oleh masing-masing pasangan calon (paslon) untuk melakukan kampanye terselubung.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bantul Supardi mengakui, momentum perayaan hari raya macam itu memang menjadi lahan empuk bagi paslon untuk tetap menjalankan kampanyenya. Padahal, sesuai peraturan yang berlaku, selama 2 hari itu, pihak paslon dilarang keras untuk berkampanye di hadapan publik.

“Memang, event itu sangat rentan ditabrak oleh paslon,” ucapnya kepada Harianjogja.com, Rabu (16/9/2015).

Oleh karena itu, ia berharap kepada masing-masing paslon dan timnya untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Momentum hari raya, menjadi rentan dimanfaatkan oleh paslon untuk melakukan kampanye terselubung lantaran di hari itu, masyarakat akan saling berkelompok.

Untuk itu, jauh-jauh hari sebelumnya, pihaknya telah melayangkan surat himbauan kepada masing-masing paslon untuk tidak melanggar jadwal kampanye. Bahkan, tak hanya melalui surat saja, pihaknya juga telah melakukan himbauan tersebut melalui komunikasi lewat telepon kepada masing-masing paslon.

“Kita lihat saja nanti. Yang pasti, kami tetap akan melakukan pengawasan di hari itu,” tegas Supardi.

Ditegaskannya, sesuai peraturan KPU, pemahaman atas kampanye kali ini memang jauh lebih luas. Jika sebelumnya, kampanye hanya dipahami sebuah aktivitas menyampaikan visi, misi dan program, namun kali ini kampanye bisa dimaknai jauh lebih kritis.

“Kalau dulu kan, dikatakan kampanye kalau calon menyampaikan visi, misi, dan program secara akumulatif. Kalau sekarang kan cukup menyampaikan kalimat bernada mengenalkan dan mempengaruhi saja sudah bisa dibilang kampanye,” katanya.

Terpisah, Komisioner KPU Bantul Divisi Hukum, Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Syahrudin menegaskan, sejak awal pihaknya sudah menetapkan jadwal kampanye untuk masing-masing paslon. Selama dua bulan ini (September-Oktober) ini, masing-masing paslon dijadwalkannya menggelar kampanye terbatas. “Setiap hari ada kampanye secara bergantian. Kecuali dua hari di Hari Raya Idul Adha, mereka libur,” tegasnya.

Itulah sebabnya, ia pun yakin masing-masing paslon sudah memahami esensi sesungguhnya dari kampanye tersebut. Selain itu, ia juga berharap kepada masing-masing paslon untuk bisa menghormati hari raya tersebut dengan cara tidak mencampurinya dengan kegiatan politik. “Apapun bentuknya itu,” tegas Syahrudin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online