MITIGASI BENCANA : Kini BPBD Miliki EWS Longsor

Uli Febriarni
Uli Febriarni Sabtu, 19 September 2015 22:20 WIB
MITIGASI BENCANA : Kini BPBD Miliki EWS Longsor

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memasang dua Early Warning System (EWS) di Dusun Gunungharjo, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Selasa (13/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)

Mitigasi bencana longsor di Gunungkidul dilakukan dengan memasang sistem peringatan dini.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul kini memiliki 63 alat Early Warning System (EWS) [sistem peringatan dini] yang mendeteksi bencana longsor. Alat tersebut merupakan bantuan dari BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan ditempatkan di 63 titik di enam kecamatan yang rawan bencana longsor.

Kepala BPBD Kabupaten Gunungkidul, Budhi Harjo menuturkan, sebelum mendapatkan bantuan EWS ini, Gunungkidul belum memiliki EWS bencana longsor sama sekali. Masing-masing kecamatan mendapatkan jumlah EWS yang berbeda-beda, tergantung jumlah titik rawan yang ada di lokasi setempat.

"Meski demikian, nantinya akan ada monitoring dan evaluasi awal, bisa saja posisi EWS akan dipindah, untuk digunakan desa lain yang dinilai lebih membutuhkan. Kepala Desa yang akan menentukan lokasi pemasangannya, namun pihak Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada yang membantu memasang alatnya," tuturnya, Jumat (18/9/2015).

Budhi menyebutkan, paling lambat pada bulan depan seluruh EWS sudah terpasang. Pengadaan dan rencana pemasangan EWS di tiap desa sudah disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk gladi lapang menghadapi bencana longsor. EWS ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mengurangi resiko yang disebabkan oleh bencana alam.

Disinggung mengenai kesiapan menghadapi potensi bencana tsunami, Budhi mengungkapkan pihaknya telah memiliki tujuh EWS pendeteksi bencana tsunami, yang dimiliki sejak 2012, saat ini kondisinya terpantau masih baik dan berfungsi. Lima Desa Tangguh Bencana yang dinilai sebagai lokasi rawan tsunami seperti Ngestirejo, Banjarejo, Kemadang, Sidoharjo, Jepitu juga sudah mendapatkan gladi lapang menghadapi bencana tsunami. Titik lain yang dinilai rawan tsunami yakni kawasan Pantai Pulangsawal hingga Pantai Baron. Misalnya Pantai Kukup, Sundak Drini, Sepanjang, Krakal, Pulangsawal.

"Ada rencana membuat jalan berbentuk tangga di perbukitan pantai, sebagai salah satu media evakuasi dan penyelamatan diri. Karena menyelamatkan diri dari gelombang tsunami dan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi, diestimasikan butuh waktu maksimal 20 hingga 30 menit," urainya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul, Suharno menjelaskan, setiap tahun BPBD memang mendapatkan bantuan sarana dan prasarana dari pusat maupun Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga berharap BPBD bisa menggunakan EWS tersebut sesuai aturan dan mendukung upaya meminimalisir resiko bencana alam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis