BANDARA KULONPROGO : DIY Minta Pembangunan Infrastruktur Pendukung Bandara Ditanggung Pusat

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 30 November 2015 14:23 WIB
BANDARA KULONPROGO :  DIY Minta Pembangunan Infrastruktur Pendukung Bandara Ditanggung Pusat

JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Pesawat Kalstar berjalan di landasan pacu bersiap melakukan take off di Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak, Boyolali, Senin (24/2). Bandara Adi Sumarmo pada Senin (24/2) pagi ditutup selama 2 jam akibat kabut tebal disekitar bandara.

Bandara Kulonprogo membutuhkan infrastruktur pendukung. Pemda DIY berharap bantuan dari Pemerintah Pusat

Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY tengah mempersiapkan paparan terkait pembangunan infrastruktur pendukung http://www.solopos.com/2015/11/23/bandara-kulonprogo-pengukuran-lahan-dimulai-15-tim-diterjunkan-663598" target="_blank">New Yogyakarta International Airport (NYIA), yang akan disampaikan kepada http://www.solopos.com/2015/11/26/bandara-kulonprogo-jk-desak-percepatan-pembangunan-bandara-kulonprogo-665070" target="_blank">Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pekan ini.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) DIY, Sigit Haryanta mengatakan infrastruktur penghubung bandara yang diharapkan butuh bantuan pusat adalah pembangunan jalur transportasi rel kereta api dan mempercepat pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

"Untuk jalan tol masih dalam konsep, kita utamakan rel kereta sama JJLS," kata dia saat dihubungi, Sabtu (28/11/2015).

Sigit mengaku kesiapan pemerintah membantu pembangunan infrastruktur interkoneksi bandara di Kulonprogo itu juga sudah disampaikan wakil presiden saat berkunjung ke Jogja, beberapa waktu lalu.

Menurut Sigit, permohonan bantuan APBN pusat dalam pembangunan rel sebenarnya pernah Pemda DIY bersama delapan kota lain se-Indonesia, namun, saat itu, kata dia, yang disetujui hanya Bandung, Palembang, dan Surabaya.

"Kita berharap pemerintah pusat dapat menerbitkan Perpres agar pendanaan dari APBN menjadi prioritas," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono sudah menegaskan pembangunan infrastruktur penghubung bandara bisa dilakukan tanpa harus menunggu bandara selesai.

"Saya hanya minta supaya bandara dan lain-lain sudah bisa segera dilaksanakan, tidak usah nunggu satu per satu." kata Sultan, Jumat, pekan lalu di DPRD DIY.

Sultan berharap pengukuran lahan bandara Oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) sampai pembayaran ganti untung lahan bandara selesai pada pertengahan tahun depan, sehingga bisa mulai dilanjutkan pada pembangunan kontruksi bandara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online