PILKADA BANTUL : Kader Membelot, PPP Bantul Ancam Jatuhkan Sanski

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Rabu, 02 Desember 2015 21:20 WIB
PILKADA BANTUL : Kader Membelot, PPP Bantul Ancam Jatuhkan Sanski

Pilkada Bantul untuk PPP memiliki kebijakan tertentu bagi kader yang menyalahi aturan.

Harianjogja.com, BANTUL- Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Bantul mengancam menjatuhkan sanksi kepada kader partai yang terbukti membelot ke pasangan calon nomor urut satu Suharsono-Abdul Halim Muslih, saat kampanye terbuka yang digelar Minggu (29/11/2015) di lapangan Ringinharjo, Bantul.

Sekeretaris DPC PPP Bantul Eko Sutrisno Aji menyatakan, sanksi diberlakukan bagi kader partai yang masuk dalam struktur organisasi sesuai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Mulai dari DPC, Pengurus Anak Cabang (PAC), struktur ranting di tingkat desa serta kader yang tergabung dalam Badan Organisasi Otonom. Antara lain Angkatan Muda Kabah (AMK), Gerakan Pemuda Kabah (GPK) serta Wanita Persatuan Pembangunan (WPP).

“Kalau di luar struktur seperti laskar yang jumlahnya banyak kami tidak bisa menindak,” terang Eko Sutrisno Aji, Selasa (1/12/2015). Sanksi yang diatur dalam AD ART mulai dari meberian surat peringatan hingga pencabutan Kartu Tanda Anggota (KTA) PPP.

Sejauh ini Eko mengklaim sudah ada beberapa kader partai yang terendus hadir di kamapanye terbuka Suharsono-Abdul Halim Muslih tersebut. Padahal hal itu bertentangan dengan kebijakan organisasi PPP yang merupakan pendukung pasangan calon nomor urut dua Sri suryawidati-Misbakhul Munir.

“Kami sudah mencermati ada beberapa yang terlibat, nanti akan kami sampaikan,” kata dia tanpa mau menyebut berapa kader PPP yang membelot ke Suharsono-Halim.

Ketua Pemenangan Pemilu DPC PPP Suwandi mengatakan, larangan agar tidak membelot ke paslon nomor urut satu juga ditegaskan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Syukri Fadholi. Instruksi itu dikeluarkan pada 29 November lalu, tidak hanya ke kader partai yang masuk dalam struktur organisasi melainkan juga kalangan laskar.

“Namun itukan instruksi sifatnya, untuk laskar yang anggota ribuan tidak bisa dijatuhkan sanksi seperti kader yang masuk struktur karena tidak terikat AD ART,” jelas Suwandi.

Ditambahkannya, sikap PPP Bantul hingga saat ini masih konsisten mendukung Ida-Munir. Belum ada rencana mengubah arah koalisi ke Suharsono-Halim kendati ribuan anggota laskar kini berbelok ke paslon nomor urut satu tersebut.

Pada kampanye terbuka paslon Suharsono-Abdul Halim Muslih di lapangan Ringinharjo, Bantul ribuan massa membawa atribut PPP turut mendukung kampanye. Bendera PPP bahkan berkibar di antara bendera partai pendukung paslon nomor urut satu tersebut. Suwandi menegaskan, bendera tersebut ilegal karena partai secara kelembagaan tidak pernah memasang bendera itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis