KENAKALAN PELAJAR : Duh, Isi Tas 2 Kelompok Geng Ini Bukan Buku, Tapi Senjata Tajam

Sunartono
Sunartono Sabtu, 12 Desember 2015 10:20 WIB
KENAKALAN PELAJAR : Duh, Isi Tas 2 Kelompok Geng Ini Bukan Buku, Tapi Senjata Tajam

Ilustrasi tawuran (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Kenakalan pelajar kembali terjadi di Sleman.

Harianjogja.com, SLEMAN - Dua komplotan geng pelajar di Sleman nyaris bentrok di Kawasan Triharjo, Sleman, Kamis (10/12/2015) sore. Mereka langsung berhamburan melarikan diri ketika polisi datang ke lokasi kejadian. Tiga pelajar berhasil ditangkap berikut senjata tajam. Petugas mendapati tas milik pelajar berisi senjata tajam.

Dua kelompok geng pelajar ini telah bersiap di kawasan Dusun Panasan, Triharjo, Sleman, Kamis (10/12/2015) sekitar pukul 15.00 WIB. Salahsatu kelompok lebih dahulu datang karena berniat menghadang kelompok geng lainnya yang kebetulan sekolahnya tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Mereka masih mengenakan seragam dengan membawa gir, pentungan dan senjata tajam di dalam tasnya. Geng yang nglurug ini kemudian meminta bala bantuan dari rekannya ketika melihat pasukan lawan jauh lebih banyak.

"Keduanya dari jenjang sekolah SMA, masing-masing jumlahnya puluhan dan siap tawuran. Tapi mereka nongkrong dulu dengan jarak sekitar 500 meter," terang Kapolsek Sleman Kompol Teguh Sumartoyo, Jumat (11/12/2015).

Teguh menambahkan, pihaknya menerima laporan kesiapan tawuran dua geng itu dari warga di sekitar TKP. Anggotanya pun langsung dikirim ke TKP. Akantetapi saat polisi datang, mereka lari tunggang langgang. Bahkan nekat meninggal motor serta tasnya. Pihaknya mengamankan 13 unit motor milik pelajar dan sebuah tas berisi senjata tajam.

Selain itu, tiga pelajar berhasil disergap saat berusaha kabur dengan berlari di perkampungan warga. Ketiganya adalah AY, 18, YP, 18, dan AN, 19, dari salahsatu SMK di Kecamatan Sleman.

"Kami fokus menangkap salahsatu kelompok karena kelompok lain sudah melarikan diri. Motor kita angkut truk dalmas," imbuhnya.

Ketiga pelajar yang ditangkap mengaku tiga pedang yang ditemukan bukan miliknya namun titipan teman. Pihaknya mulai memburu pelajar lain yang terlibat dengan menyelidiki identitas motor yang diamankan petugas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online