PILKADA BANTUL : Ratusan Ribu Warga Tak Memilih

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Sabtu, 12 Desember 2015 17:20 WIB
PILKADA BANTUL : Ratusan Ribu Warga Tak Memilih

TPS 33 Dusun Sragan, Desa Trirenggo seperti basecamp para pegiat motor trail. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)

Pilkada Bantul tak mencapai target pemilih, ratusan ribu warga tidak menggunakan hak suaranya

Harianjogja.com, BANTUL- Lebih dari 150.000 warga Bantul tidak menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember lalu. Target partisipasi pemilih meleset.

Hasil perhitungan suara Pilkada yang diunggah Komisi Pemilihan Umum (KPU) di website menunjukkan jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya mencapai lebih dari 150.000 jiwa. Hingga Jumat (11/12/2015) pukul 15.00 WIB, data hasil perhitungan suara yang diunggah ke website KPU telah mencapai 98,19%.

KPU telah mengunggah data hasil perhitungan suara dari 1.736 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 1.768 TPS yang tersebar di Bantul. Hasilnya jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember tercatat sebanyak 511.172 jiwa dari total 671.060 jumlah pemilih yang didata oleh KPU. Artinya ada sebanyak 159.888 warga yang tidak menggunakan hak pilihnya dengan tingkat partisipasi sebesar 76,17%.

Komisioner KPU Bantul Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Titik Istiawatun Khasanah mengatakan, angka partisipasi pemilih itu tidak sesuai dengan target KPU sebesar 77,5%.

“Meski bila dibandingkan dengan daerah lain di DIY Bantul masih leading [memimpin dengan tingkat partisipasi pemilih paling tinggi],” kata Titik Istiawatun Khasanah, Jumat (11/12/2015).

Ditambahkannya, banyak hal menyebabkan ratusan ribu warga tidak memilih. Antara lain karena tidak berada di wilayahnya hingga alasan golput. Di Imogiri ia menemukan salah satu TPS terdapat 50 warga tidak memilih karena tengah merantau ke luar daerah. “Satu TPS saja ada 50 yang merantau, kalikan saja dengan ribuan TPS sudah berapa jumlahnya,” ujarnya.

Alasan apatis dengan calon yang akan dipilih menurutnya juga ditemukan di wilayah pedalaman atau pinggiran. Ia menilai warga Bantul kini semakin rasional. “Mereka rasional, kedua calon dianggap tidak layak jadi mereka tidak memilih,” jelasnya lagi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis