Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Salah seorang pengunjung sedang menjajal live demo VR experience with Oculus DK2 di stan Gamexperiencezone?, Sabtu (12/12/2015). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Pameran komputer Jogja di JEC bertajuk Apkom Year and Sales (YES) 2015 dibuka Sabtu (12/12/2015)
Harianjogja.com, JOGJA- Pameran Apkom Year and Sales (YES) 2015, yang digelar Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DIY resmi dibuka Sabtu (12/12/2015). Kegiatan ini menyediakan beragam produk unggulan dengan diskon besar.
Kepala Bidang Pameran dan Promosi Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo ) DIY, Tri Harjono mengatakan, Apkomindo DIY berharap mampu menggaet lebih dari 70.000 pengunjung pada ajang YES 2015 itu.
Pemeran tersebut menyediakan 123 stan dengan beragam produk. Pameran ini juga menyediakan berbagai program menarik. Di antaranya 2.500 tiket gratis bagi pengunjung, voucher belanja Rp5.000, Hot Deals tanpa batas waktu, cahsback hingga Rp1 juta dan lainnya.
Ada juga Antivirus Trend Micro gratis bagi pengunjung secara gratis. "Dalam pameran ini pembeli tidak perlu takut mengenai garansi. Kami sudah mencari tahu latar belakang exhibitor," jelas Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.