ULANG TAHUN UGM : Mengenang Peran Kraton Jogja Mengawal Perjalanan UGM

Senin, 14 Desember 2015 09:55 WIB
ULANG TAHUN UGM : Mengenang Peran Kraton Jogja Mengawal Perjalanan UGM

Ulang tahun UGM menjadi momentum untuk mengenang peran Kraton Jogja mengawal perjalanan universitas tersebut

Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap Universitas Gajah Mada (UGM) semakin merakyat dan dicintai masyarakat karena membawa manfaat yang besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam Ulang Tahunnya ke-66 UGM diminta terus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. "UGM harus betul-betul sebagai kampus excellent penuh dengan riset, pengembangan untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Sultan saat melepas ribuan peserta Niti Laku dan Parade Nusantara di Pagelaran Kraton, Minggu (13/12/2015).

Niti Laku atau napak tilas berdirinya kampus UGM ini diikuti sebagian besar oleh Keluarga Alumni UGM (Kagama), civitas akademika UGM, dan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Walikota Jogja Haryadi Suyuti, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selaku ketua umum Kagama.

Sebelum pelepasan perserta Niti Laku, didahului pertunjukan yang menceritakan sejarah awal berdirinya UGM. Dalam adegan singkat Sri Sultan HB IX dan Presiden RI pertama Soekarno yang diperankan alumnus UGM itu diceritakan bahwa berdirinya UGM tidak lepas dari Kraton.

Sultan HB IX kala itu yang telah menyatakan bergabung dengan NKRI, merelakan pagelaran Kraton dijadikan tempat belajar, padahal pagelaran Kraton merupakan pintu utama keluar masuk raja, namun HB IX merelakannya bahkan pagelaran dibuat sekat-sekat dari bambu untuk ruang belajar.

Selain itu HB IX juga meminjamkan sejumlah tempat lainnya, di antaranya Ndalem Wijilan, Ndalem Mangkubumen, serta Ndalem Mangkuwilayan. Agar ruang belajat lebih leluasa, mendiang HB IX akhirnya memberikan Sultan Ground (SG) di Bulaksumur, Sleman dibangun kampus.

Kampus tertua yang diresmikan pada Desember 1949 itu pada awalnya hanya memiliki enam fakultas yang tersebar di Klaten, Surakarta, dan Jogja. "Apa yang dilakukan bapak [HB IX] dulu tidak rasional, tapi hasilnya luar biasa bisa dinikmati masyarakat," kata GBPH Prabukusumo, adik HB X.

Ketua Panitia Dies Natalis UGM ke-66, Toyo S Dipo mengatakan Niti Laku merupakan sebuah refleksi untuk melihat kembali bagaimana awal perjalanan UGM yang tidak bisa lepas dari peran Kraton. Rencananya Niti Laku akan digelar tiap tahun dan melibatkan semua alumnus UGM se-Indonesia, karena UGM juga harus menjunjung NKRI.

"Tema Dies Nataliske 66 adalah membangun sinergi dan inovasi mendukung agro sebagai lokomotif daya saing bangsa," kata Toyo.

Selain Niti Laku yang menempuh perjalanan sekitar lima kilometer dari Kraton menuju gedung utama UGM, Balaiirung, dengan berpakaian ala tempo dulu, juga dimeriahkan dengan parade nusantara, di antaranya bregodo Kraton, Helikopter Bung Karno, Marching Band, Barongsai, dan berbagai kesenian lainnua yang menjadi hiburan masyarakat sepanjang rute yang dilalui peserta Niti Laku.

Rute yang dilalui, yakni Kraton-Jalan Pangurakan-Jalan Margo Utomo-Jalan Margo Mulyo (Mangkubumi)-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Cikditiro-sampai UGM.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online