JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan
JBBA 2026 menyoroti peran dunia usaha dalam membangun SDM adaptif di era AI dan transformasi digital di Jogja.
Plt Kepala Puskesmas Kasihan I Aceng Mutholib saat menunjukkan membersihkan sisa-sisa pelemparan bom di garasi puskesmasnya, Senin (14/12/2015). (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Penyerangan puskesmas Bantul akan ditindaklanjuti dengan peningkatan pengamanan
Harianjogja.com, BANTUL- Dokter Fungsional Puskesmas Kasihan I mengaku, pelemparan bom molotov di Puskesmas Kasihan 1 Bantul menambah kecemasan para petugas puskesmas. Terlebih, kebanyakan petugasnya terdiri dari wanita. (Baca juga : http://solopos.com/2015/12/14/penyerangan-puskesmas-puskesmas-kasihan-bantul-dilempar-bom-molotov-670765" target="_blank">PENYERANGAN PUSKESMAS : Puskesmas Kasihan Bantul Dilempar Bom Molotov)
Oleh karena itulah, pihaknya berencana untuk mengajukan permohonan bantuan pengamanan khusus di wilayah Puskesmas Kasihan I dari pihak kepolisian. Pasalnya, dengan kondisi seperti ini, ia khawatir pelayanan puskesmas terhadap masyarakat akan terganggu.
Sebagai catatan, akhir November silam beberapa warga Dusun Ngentak Desa Bangunjiwo mendatangi Puskesmas Kasihan I. Dalam aksinya itu, mereka marah lantaran menganggap pihak puskesmas tidak berpihak kepada kebutuhan masyarakat setempat.
Mereka menganggap, puskesmas mempersulit pelayanan darurat dan peminjaman mobil ambulans saat ada salah satu warga yang tengah kritis lantaran penyakit kanker yang dideritanya.
Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Puskesmas Kasihan I Aceng Mutholib berusaha untuk tidak mengaitkannya dengan peristiwa protes warga beberapa pekan lalu. Meski tak menampik masih adanya pelayanan puskesmas yang perlu ia tingkatkan, namun bukan berarti ketidakpuasan itu diwujudkan dalam bentuk sikap yang anarkistis.
“Semua kan bisa dirembug baik-baik. Memang saya tidak bermaksud mengaitkannya, tapi saat warga mendatangi puskesmas dulu, mereka sempat mengancam akan membakar ambulan kami,” keluhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.