JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan
JBBA 2026 menyoroti peran dunia usaha dalam membangun SDM adaptif di era AI dan transformasi digital di Jogja.
Bukit Hargodumilah di Piyungan Bantul merupakan titik rawan longsor namun terus berkembang menjadi temat wisata. (Endro Guntoro/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Bantul di Bukit Bintang semakin bertambah bangunan ilegal
Harianjogja.com, BANTUL- Meski jumlah bangunan ilegal di kawasan sepanjang lereng tebing Hargo Dumilah di Bukit Bintang semakin bertambah, pemerintah Kecamatan Piyungan hingga kini masih juga bergeming.
Padahal, Minggu (13/12/2015) dini hari lalu, salah satu titik tebing setinggi 2 meter di kawasan itu longsor. Akibatnya, material longsoran pun sempat menutup akses jalan Yogya-Wonosari.
Camat Piyungan Saryono Heriyanto mengakui, jumlah bangunan di kawasan tersebut memang semakin bertambah. Parahnya, dari sekian banyak bangunan baru, tak ada satu pun yang sudah berizin.
Diakuinya, kawasan yang tepatnya berada di Dusun Plesetan dan Dusun Pandeyan, Desa Srimulyo itu sejatinya masuk dalam zona larangan untuk mendirikan bangunan.
Itulah sebabnya, jika para pemilik bangunan itu nekat mengajukan izin, ia memastikan pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Bantul tak akan menerbitkan izin mendirikan bangunan di lokasi itu.
“Kalau terkait status tanah, di sana kebanyakan status tanahnya SG [Sultan Ground],” katanya saat dihubungi Harian Jogja, Senin (14/12/2015).
Sayangnya, saat ditanya perihal penataan dan penertiban, pihaknya masih harus mengoordinasikannya dengan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul.
Pasalnya, meski Bagian Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Piyungan saat ini sudah ditetapkan sebagai kepanjangan tangan dari Satpol PP Bantul, namun statusnya masih ex officio. “Artinya, kewenangan penindakan tetap ada di tangan Satpol PP Bantul,” kilahnya.
Selain itu, penataan tata ruang Kecamatan Piyungan, hingga kini diakuinya memang belum ada. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembahasan terkait hal tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.