Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Kota ramah anak di Jogja kini merambah dunia maya
Harianjogja.com, JOGJA-- Upaya untuk mengembangkan Jogja sebagai kota ramah anak merambah dunia maya. Pemerintah Kota Jogja bekerjasama dengan PT. XL Axiata dan STIMIK Amikom Jogja baru saja meluncurkan laman dan aplikasi layak anak untuk mendukung program itu di gedung Mandala Bakti Wanitatama Selasa (15/12/2015).
Laman yang beralamat di www.layakanak.com dan aplikasi berbasis android "Layak Anak" itu diharapkan bisa menjadi sumber informasi seputar layanan dan fasilitas ramah anak yang ada di Jogja, mulai dari keberadaan kampung ramah anak, statistik layak anak serta berita layak anak.
Di dalam aplikasi yang bisa diunduh gratis via Playstore ini juga terdapat berbagai tips untuk menunjang hak-hak anak.
Pada fitur informasi Kampung Ramah Anak (KRA), masyarakat bisa mengetahui dimana saja kampung-kampung ramah anak berada. Masyarakat juga bisa saling mengenal, bertukar pengalaman dan saling bantu dalam mengembangkan KRA.
Sementara di fitur Agenda Kesehatan Anak, pengguna bisa mengatur agenda untuk menjaga kesehatan buah hatinya. Jadwal berkunjung ke Posyandu, imunisasi maupun jadwal ke dokter gigi bisa diatur di fitur ini.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan implementasi sarana digital Layak Anak ini bisa memperkukuh status kota Jogja sebagai kota yang ramah untuk ditinggali dan menjadi tempat pendidikan anak-anak.
Sejauh ini Jogja sudah mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak sejak 2009 hingga tahun ini dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Selain lewat aplikasi itu kami juga berencana menambah 21 kampung ramah anak tahun ini untuk tujuan yang sama," kata dia.
Senada dengan Haryadi, Direktur Digital Services Ongki Kurniawan mengatakan Layak Anak adalah bagian dari program XL XmartCity Jogja.
Untuk menyiapkan laman dan aplikasi ini, tim pengembangan STIMIK Amikom dan XL membutuhkan waktu delapan bulan untuk membangun sistem ini dari nol. Hasilnya saat ini seluruh fitur sudah bisa diakses kapan saja melalui koneksi internet.
"Kami melihat Jogja siap mengaplikasikan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari warganya. Karena itu kami mendukung ajakan Pemkot Jogja mengimplementasikan program Kota Layak Anak," kata Ongki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.