RUSUH SUPORTER : Cegah Insiden di Sragen Terulang, Ini Tindakan Polres Sleman
Polres Sleman langsung bertindak cepat untuk mencegah insiden tewasnya dua Aremania meluas di Stadion Maguwoharjo Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Tindakan cepat diambil oleh Kepolisian Resort Sleman terkait dengan insiden tewasnya dua orang suporter Arema setelah dikeroyok sekelompok suporter tim lain di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Selain memasukkan ribuan suporter SU ke dalam markas Batalyon Infanteri (Yonif) 403/Wirasada Pratista Yogyakarta di wilayah Kentungan, Sleman,kepolisian setempat juga mengatur pemberangkatan kedua suporter .
"Biar tidak terjadi gesekan skenarionya dibuat seperti itu, bergantian. Apalagi sebagian besar Aremania ditempatkan di sekitaran Maguwoharjo," ucap Ketua Umum Slemania, Lilik Yulianto, Sabtu (19/12/2015) yang turut memantau kondisi masuknya suporter ke DIY.
Terpisah, Kapolres Sleman AKBP Farid Zulkarnain menyatakan pihaknya melakukan sweeping terhadap para suporter yang masuk wilayah Jogja. Di perbatasan antara DIY-Jateng tepatnya di Prambanan, ratusan personel polisi bersenjata lengkap mencegat kelompok suporter yang melintas. Titik fokus pemeriksaan yakni terhadap barang-barang bawaan suporter.
"Kami sweeping barang-barang yang terlarang yang dibawa suporter. Banyak sajam (senjata tajam), kayu batu dan miras di sita semua," sambung Kapolres Sleman AKBP Farid Zulkarnain di sela-sela pemeriksaan.
"Suporter itu datang ke stadion menyaksikan pertandingan, jadi tolong jangan berbuat anarkis karena pasti akan kami tindak tegas jika mereka melanggar," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share