Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Pasar malam di Sleman sepi karena hujan yang turun setiap malam
Harianjogja.com, SLEMAN - Hiburan pasar malam di Lapangan Kayen, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak akhirnya berakhir, Senin (21/12/2015). Hingga acara berakhir pasar malam itu ternyata tetap sepi.
Hujan yang mengguyur kawasan tersebut setiap sore hingga malam hari menjadi penyebab pasar malam sepi pengunjung.
Suwardi, 41, pemilik sejumlah arena permainan di pasar malam itu menuturkan, selama 10 hari berlangsungnya acara, belum sekali pun ramai pengunjung.
"Hampir setiap sore hingga pukul 21.00 WIB hujan. Padahal pasar malam seperti ini ramainya jam-jam segitu," ujarnya ketika ditemui Harian Jogja, Senin sore.
Dengan kondisi itu, beragam arena permainan yang dimiliki Suwardi hanya beroperasi empat hari saja. Sisanya selama enam hari wahana permainan seperti kereta api mini, komidi putar, bianglala dan sejenisnya dibiarkan tak beroperasi.
"Enggak ada pengunjung sama sekali ya terpaksa tidak kami operasikan. Ini memang risiko dalam mencari rejeki," tandas pria asal Pangangan, Desa Gayemharjo, Kecamatan Prambanan itu.
Lebih lanjut dia menyatakan sepinya pengunjung pasar malam tidak ada kaitannya dengan agenda pasar malam Sekaten di Alun-Alun Utara Jogya yang saat ini masih berlangsung. Suwardi menyebut faktor penyebabnya karena cuaca yang tidak mendukung.
Sebelumnya, agenda pasar malam di tempat itu juga selalu ramai pengunjung. Hal itu terjadi ketika cuaca cerah.
Para pemilik stan di pasar malam itu juga sudah mulai membongkar lapak-lapaknya Senin sore. Padahal pasar malam sedianya masih berlangsung hingga Senin malam.
Dalam pasar malam itu Suwardi membawa delapan wahana permainan. Selepas di Lapangan Kayem, dia langsung pindah ke kawasan Condongcatur.
"Di sana ada acara pasar malam juga. Jadi ini nyicil beres-beres kemudian langsung ke sana," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.