Polisi Bekuk Spesialis Pencuri Pompa Sumur Bor di Gunungkidul
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026/Dibuat menggunakan AI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Gunungkidul berjalan lancar. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan untuk melakukan pendataan dari rumah ke rumah warga di Bumi Handayani.
Kepala BPS Gunungkidul, Agus Hartanto, mengatakan tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan sensus. Seluruh proses pendataan juga dapat diselesaikan tanpa ada petugas sensus yang mengundurkan diri.
“Total ada 1.033 petugas yang diterjunkan untuk melakukan sensus ekonomi. Hingga kegiatan berakhir pada 31 Agustus lalu, tidak ada petugas yang mundur,” kata Agus, Jumat (2/10/2026).
BPS Masih Lakukan Penyisiran Data
Meskipun pelaksanaan sensus telah berakhir pada 31 Agustus, BPS Gunungkidul masih melakukan penyisiran untuk mengoptimalkan pendataan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang belum mengikuti sensus dapat terdata.
BPS Gunungkidul juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk memastikan seluruh pegawai telah mengikuti sensus ekonomi.
“Harapannya yang belum sensus bisa lapor agar dilakukan susulan,” katanya.
Agus belum dapat membeberkan secara rinci mengenai sasaran Sensus Ekonomi Gunungkidul. Namun, berdasarkan rencana kerja yang telah disusun, terdapat sekitar 385.000 responden yang menjadi sasaran pendataan.
“Untuk detailnya setelah hasil sensus jadi. Pasti akan diumumkan secara terbuka,” katanya.
Data Sensus Ekonomi Ditarget Rampung Desember
Saat ini, tahapan Sensus Ekonomi Gunungkidul telah memasuki proses pengolahan data. Agus mengatakan data hasil pendataan masih diolah dan ditargetkan selesai pada Desember mendatang sesuai dengan kebijakan BPS Pusat.
“Sekarang masih dalam fokus pengolahan data hasil sensus. Kami yakin bisa selesai sesuai target,” katanya.
Setelah proses pengolahan selesai, hasil Sensus Ekonomi akan diumumkan secara terbuka. Data tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian masyarakat di Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul Dukung Pelaksanaan Sensus
Sebelumnya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi. Menurutnya, sensus dilakukan untuk memotret kondisi perekonomian masyarakat secara utuh dan komprehensif.
“Warga jangan terprovokasi karena hasil sensus sangat penting untuk pengambilan kebijakan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan di masyarakat,” katanya.
Endah berharap hasil Sensus Ekonomi Gunungkidul dapat diumumkan sehingga kondisi perekonomian di Bumi Handayani dapat diketahui secara lebih jelas. Menurutnya, hasil pendataan tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program, terutama yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Tentu kita akan minta hasilnya karena bisa jadi acuan dalam pelaksanaan program pembangunan sehingga program sensus ini jadi sangat penting,” katanya.
Dengan demikian, meski tahapan pendataan Sensus Ekonomi Gunungkidul telah berakhir, proses pengolahan data masih berlangsung. BPS Gunungkidul menargetkan seluruh data dapat selesai diolah pada Desember sesuai dengan target yang ditetapkan BPS Pusat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.