HASIL PILKADA BANTUL : Angka Partisipasi Pemilih Turun, Bentuk Apatis Masyarakat?
Ilustrasi pemberian suara pemilihan umum (JIBI/Solopos/Antara/Dok.)
Hasil pilkada Bantul menunjukkan penurunan angka partisipasi pemilih
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan penurunan tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah 2015 dibanding Pemilihan Umum 2014 bukan sebagai bentuk apatis masyarakat terhadap pilkada.
"Mudah-mudahan menurunnya angka partisipasi pemilih dari Pemilu 2014 ke Pilkada 2015 bukan merupakan bentuk sikap apatis masyarakat terhadap proses pilkada," kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Bantul, Sumasriyana di Bantul, Senin (21/12/2015).
Menurut dia, pada Pilkada 9 Desember 2015 menunjukkan angka partisipasi pemilih 75,76% dari total daftar pemilih tetap (DPT), sementara dalam pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2014 di Bantul angka partisipasi diatas 80%.
"Namun penurunan partisipasi ini lebih pada pemahaman masyarakat terhadap porses dan tahapan penyelenggaraan Pilkada yang belum diterima secara utuh," katanya, seperti dikutip dari Antara.
Oleh sebab itu, menurut dia, terkait dengan partisipasi pemilih dalam pemilihan ini menjadi pekerjaan rumah bersama antarpihak terkait, baik itu Komisi Pemilhan Umum (KPU), partai politik (parpol) dan pemerintah daerah bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih.
"Angka partisipasi pemilih juga merupakan indikator sukses atau tidaknya pelaksanaan demokrasi, sehingga ke depan pendidikan pemilih kepada masyarakat terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih," katanya.
Sumasriyana mengatakan, meski menyoroti penurunan partisipasi pemilih dari Pemilu 2014 ke Pilkada 2015, namun pihaknya juga apresiasi kepada penyelenggara pemilu, karena jika dibanding dengan Pilkada Bantul 2010, angka partisipasi mengalami peningkatan.
Sementara itu, dalam rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih pada Senin (21/12/2015), KPU Bantul menetapkan pasangan Suharsono-Abul Halim Muslih sebagai calon terpilih dengan perolehan 261.412 suara atau sebanyak 52,80% dari suara sah.
"Apapun hasil yang diperoleh dari pemilihan, kami berharap bisa diterima semua pihak dengan legowo demi kemajuan Bantul. Kami harap setelah penetapan masyarakat bisa kembali bersatu dan mendukung pemerintah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share