Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Kulonprogo panen raya, sejumlah petani di areal persawahan Desa Giripeni, Wates merontokkan padi usai memanennya, Kamis (26/2/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Pertanian Kulonprogo masih "berhadapan" dengan dua musuh lawas.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Hasil panen petani Kulonprogo meningkat, tetapi permasalahan hama dan perubahan iklim masih jadi hambatan terbesar para petani.
“Hasil panen pada 2015 terakhir kemarin bagus, 8,6 ton per hektar, di atas produktivitas rata-rata,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Giripeni, Untung pada Sabtu (2/1/2016) kepada Harianjogja.com,
Namun selama 2015, para petani masih dihadapkan pada permasalahan hama dan perubahan iklim. Para petani harus tetap waspada agar hasil panen yang didapat tidak mengecewakan.
“Tidak ada yang signifikan kecuali hama dan kekurangan air,” jelas Untung.
Menurut dia, musim tanam terkahir di tahun 2015 lalu yang dimulai pada bulan November agak terganggu karena kekurangan air. Hal ini disebabkan musim hujan yang meleset dari perkiraan.
“Salurannya tidak lancar, hujannya turun belakangan,” ujar Untung.
Selama beberapa minggu, Untung dan rekan-rekan di kelompok taninya mengairi lahannya dengan memompa air dari sumur bawah tanah.
Meski tidak parah, serangan hama juga masih terus ada sepanjang 2015 lalu. Berbagai hama menyerang tanaman padi antara lain jamur, wereng, kutu coklat, dll.
“Sekarang sedang ada hama penggerek batang dan putih palsu,” jelas Untung.
Kedua jenis hama ini tidak begitu mematikan jika di masa awal tanaman, jika dibiarkan beresiko mengurangi bulir padi yang diproduksi. Untuk menangkis serangan hama ini pula, pihaknya menggunakan pestisida alami yang terbuat dari jamur. Ia juga meyakinkan jika pestisida ini aman dan tidak mematikan. Biasanya Untung memberikan jenis pestisida ini pada tanamannya di musim penyemaian dan penanaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.