WISATA GUNUNGKIDUL : Cegah Kebocoran Retribrusi, Tiket Elektronik Diterapkan pada 2017
Kemacetan sepanjang sekitar satu setengah kilometer di pintu masuk utama TPR Baron, Jumat (1/1) siang. Kemacetan berhasil diurai pada sore harinya. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul terus diperbaiki kualitas pengelolaan keuangan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana mulai menerapkan aplikasi tiket elektronik (e-ticketing) bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Langkah ini ditempuh sebagai upaya meminimalisir dan mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari bidang pariwisata.
Diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Kabupaten Gunungkidul Saryanto, persiapan tiket elektronik ini sudah masuk dalam tahap penyusunan program. Pemerintah setempat sedianya juga menggandeng konsultan untuk menyusun konsep tiket elektronik ini.
"Tahun ini kami masih dalam menyusun rencana strategis, selanjutnya menyusun anggaran. Tiket elektronik ini akan diterapkan di seluruh objek wisata, utamanya objek wisata pantai," terangnya di jumpai akhir pekan lalu.
Tiket elektronik ini sambungnya, harus dipersiapkan secara matang. Pemkab akan menyesuaikan penerapannya dengan kondisi di lapangan, baik luasan jalan dan jumlah pintu masuk. Tahapan ini dilakukan dengan tujuan agar penerapan tiket elektronik tidak malah membuat masalah baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share