Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Adegan pertarungan Sugriwo dan Subali melawan Mahesa Suro dan Lembu Suro dalam pagelaran Sendratari Sugriwo Subali yang digelar di kawasan objek wisata Gua Kiskendo, Desa Jatimulyo, Girimulyo, Minggu (18/10/2015) lalu. (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Dana keistimewaan DIY tahun 2016 di Kulonprogo akan digunakan salah satunya untuk pembebasan lahan Gua Kuskendo
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo akan memanfaatkan Rp1,2 miliar dari Dana Keistimewaan (Danais) 2016 untuk pembebasan lahan ruas jalan Jonggrangan-Gua Kiskendo.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kulonprogo, Nurcahyo menjelaskan bahwa ada sejumlah dari danais yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan wisata Gua Kiskendo. “Ada sekitar Rp1,7 miliar yang kita miliki,” ujarnya pada Kamis (14/1/2016).
Dana tersebut yakni Rp1,2 miliar untuk pembebasan lahan ruas Jonggrangan- Gua Kiskendo. Sedangkan Rp500 juta dianggarkan untuk pembangunan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) dan landscaping Gua Kiskendo.
Nurcahyo menjelaskan bahwa hal tersebut dianggarkan untuk mengembangkan Gua Kiskendo sebagai daerah pariwisata yang juga sarat budaya sebagaimana peruntukkan dari danais. “Kita kembangkan lagi supaya semakin ramai pengunjungnya,” ujarnya.
Sebelumnya telah dikembangkan sendratari Sugriwo-Subali yang dikembangkan dari budaya sekitar.
Harapannya, pembangunan infrastruktur ini akan membuat daerah wisata ini semakin hidup. Realiasi program ini sendiri baru akan dilakukan Maret 2016 mendatang. Sebagaimana biasanya, proses ini juga akan diawali dengan proses lelang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu