Jelang Penetapan Calon, Panitia Pilur Diminta Cermati Aturan
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Anggota Wantimpres Abdul Malik Fadjar (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Malik Fadjar mengapresiasi perkembangan pembangunan di Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Abdul Malik Fadjar mengapresiasi perkembangan pembangunan di Gunungkidul. Hal ini disampaikan di sela-sela kegiatan kunjungan kerja di Bumi Handayani, Jumat (22/1/2016).
Dalam kunjungan itu, mantan Menteri Pendidikan Nasional di era Kabinet Gotong Royong (2001-2004) ini menekankan tiga aspek penting untuk menopang perkembangan pembangunan yang lebih baik lagi. Tiga aspek penting itu antara lain tentang Pendidikan, Kerukunan Umat Beragama dan Pariwisata.
Khusus untuk pendidikan dan pariwisata bisa menjadi satu kesatuan yang utuh, sehingga bisa mendukung dalam upaya pembangunan di Gunungkidul secara menyeluruh dan merata. Di dua aspek ini, kata Malik, bisa menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Persaingan dalam pasar bebas yang ada bukan hanya pada produk, tapi juga berkaitan dengan sumber daya manusia. Jangan sampai, kebijakan dalam MEA malah membuat masyarakat di Gunungkidul terpinggirkan dan hanya jadi penonton,” kata Malik kepada wartawan.
Dia menilai, perkembangan pariwisata di Gunungkidul berkembang dengan pesat, terutama dalam lima tahun terakhir. Sedang untuk sektor pendidikan juga telah tertata dengan baik, hal ini dibuktikan makin banyaknya sekolah dari tingkat dasar hingga pendidikan menengah kejuruan.
“Saya lahir dan tumbuh besar di Jogja, jadi setidaknya saya tahu bagaimana kondisi di sini [Gunungkidul] saat sekarang dengan sewaktu saya masih kecil,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Untuk masalah kerukunan umat beragama, Malik berpendapat jika keberagaman dan toleransi di Gunungkidul juga sudah baik. Namun hal tersebut tidak bisa menjadi patokan, karena kondisi yang damai itu harus bisa dijaga dan dipertahankan.
“Keberagaman dan toleransi itu berasal dari hati. Sikap dan pandangan itu harus terus ditumbuhkembangkan, sehingga tatanan damai itu bisa terus tercipta selamanya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati mendukung Sekolah Rakyat Kulonprogo, namun meminta pemerintah mematangkan perencanaan dan evaluasi pelaksanaannya.
Dino Patti Djalal meminta perubahan iklim menjadi prioritas utama dunia dan mendorong Indonesia mempercepat target 100 GW energi surya.
Indonesia mengirim 432 atlet untuk bertanding pada 35 cabang olahraga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.