PEMULANGAN ANGGOTA GAFATAR : Anggaran Penanganan Gafatar di Bantul Belum Jelas
Sebanyak 435 anggota Gafatar yang ditampung di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, dipulangkan ke daerah asal, Jumat (29/1/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Pemulangan anggota Gafatar ke Bantul menggunakan adana dari masing-masing instansi
Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah sampai sekarang belum menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai puluhan anggota mantan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Bantul. Puluhan warga yang dipulangkan dari Kalimantan itu, dijadwalkan tiba di Bantul, Selasa (2/2/2016).
Kepala Dinas Sosial Bantul Suarman mengatakan, sampai sekarang belum diketahui berapa dana yang diperlukan untuk menangani puluhan mantan anggota Gafatar selama mereka tinggal di penampungan milik pemerintah. Mereka dijadwalkan tinggal di penampungan di Bantul dari Selasa (2/2/2016) hingga Jumat (5/2/2016).
“Sampai sekarang kami belum menghitung anggarannya,” terang Suarman dikonfirmasi, Sabtu (30/1/2016).
Padahal kata dia, Selasa (2/2/2016) pagi, puluhan warga tersebut telah tiba di Bantul. Rencananya, kebutuhan anggaran untuk penanganan Gafatar akan dikoordinasikan dengan gubernur atau Pemerintah DIY. Setelah itu, Pemerintah DIY akan mengarahkan bupati terkait dana mana yang akan digunakan agar tidak melanggar regulasi.
Sembari menunggu keputusan gubernur, skema yang ada sementara, biaya untuk menangani mantan anggota Gafatar itu dibebankan pada masing-masing instansi yang terlibat.
Di Bantul sejumlah instansi dikerahkan menangani warga Gafatar. Mulai dari Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Dinas Perhubungan.
“Ada yang bertugas menjemput dari Sleman ke Bantul itu dilakukan Dinas Perhubungan, kami membantu logistik melalui Tagana, sedangkan Kesbangpol nanti yang menyampaikan materi kebangsaan untuk mereka,” imbuh dia.
Untuk kebutuhan logistik, Dinas Sosial berencana menggunakan pasokan pangan seadanya sisa dari logistik persiapan bencana. “Kalau stok beras dan lauk pauk, kami masih ada di gudang. Nanti itu yang digunakan,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share