Lansia 85 Tahun Hilang di Gunungkidul, Pencarian Belum Berhasil
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Warga menunjukan rekahan tebing bukit yang ada du Dusun Tungu, Girimulyo, Panggang. Sabtu (13/2/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Longsor Gunungkidul rawan terjadi jalan menuju Pantai Gesing.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tebing bukit setinggi delapan meter dengan panjang 15 meter di tepi jalan menuju kawasan Pantai Gesing, tepatnya di Dusun Tungu, Desa Girimulyo terancam ambrol. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melakukan tinjauan serta akan melakukan kajian agar ancaman tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar.
Retakan-retakan tebing sudah bisa dilihat dengan mata telanjang. Kondisi terparah terdapat di sisi utara bukit, karena rekahannya sudah sudah menganga hingga sekitar 50 centimeter. Sedang di sisi yang lain, masih berupa retakan-retakan kecil. Warga pun berharap agar kondisi tersebut bisa segera ditangani sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran, apalagi dekat lokasi itu ada sebuah sekolah.
“Saya harap segera diambil tindakan agar kondisi bukit tidak jadi semakin parah,” kata Kepala Dusun Tungu, Desa Girimulyo, Panggang, Rubiyono kepada Harianjogja.com, kemarin.
Dia menjelaskan, kondisi bukit jadi semakin parah dikarekan guyuran hujan yang turun dalam intensitas yang tinggi. Menurut Rubiyono, rekahan semakin melebar terlihat dalam retan waktu satu minggu terakhir.
“Kalau sampai longsor, jalan penghubung antar desa di Panggang akan terganggu. Apalagi di jalan ini juga merupakan jalur utama menuju Pantai Gesing,” ungkapnya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo saat meninjau lokasi perbukitan, mengakui kondisinya sudah sangat kritis dan rawan terjadi longsor. Hal tersebut dapat dilihat dari rekahan-rekahan yang ada di perbukitan tersebut.
Dia menjelaskan, untuk penindakan ada beberapa opsi yang akan diambil BPBD, salah satunya dengan jalan memecah bantuan tersebut sehingga rekahan yang ada bisa dikurangi. Namun demikian, untuk mewujudkan hal tersebut juga butuh persetujuan dari pemilik bukit sehingga tidak menimbulkan masalah saat proses penaganan dilakukan.
Untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, Budhi meminta kepada kepala dusun setempat untuk memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi. Pengumuman itu dibuat agar warga yang melintas bisa lebih berhati-hati karena bukit tersebut rawan longsor.
“Papan yang dibuat sederhana saja, karena yang paling penting bisa dibaca pengendara yang lewat,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Lapas Cipinang menegaskan penempatan Razman Nasution di Blok E dilakukan berdasarkan hasil asesmen kesehatan, bukan perlakuan khusus.
Pengamat ekonomi UMY menjelaskan gaji Rp8 juta bukan garis kemiskinan, melainkan batas administratif kategori MBR untuk program perumahan pemerintah.
KDKMP didorong menjadi jalur distribusi UMKM agar produk lokal mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.
Tiga pelanggar reklame Bantul didenda Rp500.000 melalui sidang tipiring. Satpol PP menegaskan penindakan dilakukan sesuai Perda.
Pemerintah memprioritaskan restrukturisasi keuangan KCJB sebelum memutuskan perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Surabaya dan Banyuwangi.